NAGAN RAYA — Kepala BPBD Kabupaten Nagan Raya Irfanda Rinaldi menyebut seluruh titik genangan di dua kecamatan terdampak sudah tidak lagi ditemukan air. Pendataan dampak bencana dilakukan selama dua hari terakhir untuk memastikan tingkat kerusakan yang ditimbulkan.
“Alhamdulillah, 15 desa yang sebelumnya terendam banjir di Kecamatan Tripa Makmur dan Darul Makmur, hari ini semuanya sudah surut,” kata Irfanda, dilansir dari Antara, Selasa, 3 November 2026.
Ketinggian Air Sempat Lewati 30 Sentimeter
Banjir yang datang sejak Minggu, 1 November 2026, merendam permukiman warga dengan ketinggian air rata-rata lebih dari 30 sentimeter. Jalan lintas Banda Aceh–Tapaktuan di kawasan Kecamatan Tripa Makmur juga sempat tergenang.
Di Kecamatan Darul Makmur, genangan dilaporkan mengenai Gampong Ujong Lamie, Kuta Trieng, Geulangang Gajah, Tuwi Buya, Gunong Cut, dan Suka Raja. Sementara di Kecamatan Tripa Makmur, banjir merendam Gampong Panton Pange, Ujong Krueng, Mon Dua, Neubok Yee PP, Neubok Yee PK, Pasi Kebeu Dom, Lueng Kebeu Jagat, serta Gampong Kabu.
Warga Bantaran Sungai Diminta Tetap Waspada
Meski genangan sudah hilang, BPBD Nagan Raya mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran sungai meningkatkan kewaspadaan. Potensi cuaca ekstrem susulan dinilai masih bisa terjadi sewaktu-waktu.
Imbauan itu menyasar warga di gampong-gampong yang baru saja terdampak, mengingat posisi permukiman mereka berdekatan dengan aliran sungai. BPBD belum merinci jumlah rumah atau warga yang mengalami kerusakan akibat banjir dua hari tersebut.
Pendataan yang dilakukan Pusdalops bersama instansi terkait akan menjadi dasar penanganan lanjutan, termasuk bila diperlukan bantuan bagi warga terdampak.