Kemenag Siapkan Rp43 Miliar untuk 22.059 Guru Pesantren dan Santri Korban Banjir Aceh, Cair Pekan Ketiga November 2026

Penulis: Alfian Batubara  •  Jumat, 06 November 2026 | 09:32:01 WIB
Kepala Kanwil Kemenag Aceh Azhari merinci alokasi bantuan bagi guru pesantren dan santri korban banjir Aceh.

BANDA ACEH — Kepala Kanwil Kemenag Aceh Azhari merinci bantuan guru pesantren mencapai Rp12,96 miliar untuk 4.321 penerima, masing-masing Rp3 juta. Adapun bantuan bagi 17.738 santri mencapai Rp31,92 miliar, dengan setiap santri menerima Rp1,8 juta.

"Sedangkan bantuan untuk santri terdampak banjir akhir tahun lalu sejumlah Rp31.928.400.000," kata Azhari.

Rekening Penerima Disiapkan Sebelum Transfer

Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Aceh Muntasyir menjelaskan panitia sedang menyiapkan rekening atas nama masing-masing penerima. Setelah proses itu rampung, bantuan akan ditransfer langsung kepada penerima.

Skema transfer langsung dipilih agar dana tidak melewati perantara. Pendataan penerima dilakukan hingga tingkat satuan pendidikan pesantren.

Rehabilitasi MIN 5 Pidie Jaya Baru 43,31 Persen

Selain bantuan tunai, Kemenag melanjutkan rehabilitasi fasilitas pendidikan dan keagamaan yang rusak akibat banjir. Rehabilitasi kantor Kemenag di Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Kota Langsa masih berlangsung.

Pekerjaan rehabilitasi serta pengadaan peralatan Kantor Urusan Agama (KUA) telah mencapai progres fisik 85 persen. Pembangunan kembali Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Pidie Jaya yang hanyut diterjang banjir baru mencapai 43,31 persen.

Fasilitas yang dibangun meliputi ruang kelas, kantor, laboratorium komputer, perpustakaan, ruang UKS, dan kantin. KUA Putri Betung di Kabupaten Gayo Lues yang hilang akibat banjir direncanakan dibangun kembali di lokasi baru, dengan penyediaan lahan melalui kerja sama bersama Kantor Kemenag setempat.

Kendala: Lokasi Kembali Banjir, Waktu Efektif Tersisa Tiga Bulan

Pemulihan rumah ibadah dan pondok pesantren terdampak dilakukan secara bertahap. Pelaksanaannya menghadapi sejumlah kendala, antara lain beberapa lokasi kembali dilanda banjir dan waktu efektif penyelesaian program yang tersisa sekitar tiga bulan.

"Percepatan realisasi perlu menjadi perhatian bersama. Karena itu, diperlukan tim pengawasan di tingkat pusat, Kanwil, serta kabupaten/kota," ujar Azhari.

Tim Koordinasi Penanganan Bencana Hampir Rampung

Kemenag tengah mematangkan pembentukan Tim Koordinasi Penanganan Bencana yang bekerja terstruktur dari pusat hingga daerah. Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi'i menyebut pembentukan tim tersebut hampir selesai.

Koordinasi penanganan bencana nantinya tidak hanya di tingkat pusat, tetapi terhubung langsung dengan kantor wilayah, kantor Kemenag kabupaten/kota, hingga KUA. Tim akan dipimpin Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia Faisal Ali Hasyim.

Dalam pematangan pembentukan tim pada 2 November 2026, Faisal menjelaskan tugas tim mencakup koordinasi bantuan tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi, pendataan wilayah serta korban terdampak, hingga penghimpunan dan penyaluran dana melalui rekening Kemenag Peduli.

Pembentukan tim diharapkan memperkuat kesiapsiagaan Kemenag sekaligus mempercepat penanganan dampak bencana terhadap layanan pendidikan dan keagamaan masyarakat.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: dialeksis.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top