ACEH — Aptera akhirnya mengungkapkan solusi untuk salah satu kekhawatiran terbesar pemilik mobil listrik dari pabrikan rintisan: ke mana harus servis. Melalui kerja sama dengan RepairPal, perusahaan penyedia jaringan bengkel tersertifikasi, pemilik Aptera nantinya bisa mendatangi ribuan lokasi perbaikan yang tersebar di Amerika Serikat.
Pengumuman ini keluar beberapa pekan setelah tim Electrek mendapat kesempatan menjajal langsung prototipe Aptera dan mengunjungi pabriknya. Mereka mengaku terkesan dengan kemajuan yang dicapai, meski masih panjang jalan yang harus ditempuh sebelum produksi massal benar-benar berjalan.
RepairPal Bukan Bengkel Milik Sendiri, Tapi Sertifikasi Lokal
RepairPal tidak memiliki bengkel atas namanya sendiri. Model bisnisnya adalah mensertifikasi bengkel-bengkel independen agar mampu menangani model tertentu. Semua bengkel dalam jaringan ini nantinya akan mendapat akses ke prosedur servis spesifik Aptera.
Meski angka 4.300 terdengar besar, tidak semuanya bisa mengerjakan semua jenis perbaikan. Hanya sekitar 200 bengkel yang saat ini tersertifikasi untuk bekerja pada sistem baterai tegangan tinggi. Sisanya akan fokus pada pekerjaan dasar seperti engsel, ban, dan rem.
Dua Rintangan Besar Sebelum Mobil Sampai ke Konsumen
Aptera sejatinya bukan nama baru di industri kendaraan listrik. Perusahaan sempat bangkrut pada 2011, lalu dihidupkan kembali oleh pendiri aslinya pada 2019. Hingga kini, belum ada satu unit pun yang dikirim ke pemesan.
Kabar positif datang dari sisi regulasi. Aptera baru saja mengantongi Certificate of Conformity dari EPA, sebuah langkah administratif yang mewajibkan semua kendaraan. Namun, sertifikat yang jauh lebih krusial—Federal Motor Vehicle Safety Standards (FMVSS)—masih dalam proses. Untungnya, karena Aptera diklasifikasikan sebagai autocycle (setara sepeda motor ketimbang mobil), aturan keselamatan yang harus dipatuhi lebih sedikit.
Strategi Jaringan Servis ala Startup vs Raksasa seperti Tesla
Perusahaan mapan seperti Tesla dan Rivian membangun jaringan servis internal seiring ekspansi pasar. Startup kecil tidak punya modal untuk itu. Sejarah mencatat, pabrikan yang bangkrut setelah mengirimkan produk—seperti Coda—meninggalkan pemiliknya tanpa tempat servis resmi.
Aptera mencoba memotong kekhawatiran itu sejak dini. Dengan menggandeng RepairPal, mereka menyediakan opsi perbaikan sebelum mobil pertama meluncur. "Kami sudah mengerjakan kemitraan ini sejak tur pabrik," tulis tim Electrek dalam laporannya. "Kini mereka siap mengumumkannya secara resmi."
Pemesanan Dibuka, Harga Deposit Rp 1,6 Juta
Aptera saat ini menerima reservasi dengan deposit USD 100 (sekitar Rp 1,6 juta). Konsumen yang menggunakan tautan referensi khusus bisa mendapat potongan USD 30 dari biaya yang dapat dikembalikan itu.
Aptera sendiri merupakan mobil roda tiga dengan bodi yang seluruhnya dilapisi panel surya. Pabrikan mengklaim, panel ini mampu menghasilkan jarak tempuh tambahan yang signifikan setiap hari—bahkan memungkinkan sebagian pengguna tidak perlu mengecas sama sekali. Tapi klaim itu baru akan teruji benar setelah unit-unit pertama benar-benar melaju di jalan raya.