ACEH — Apple resmi merilis aturan ketat untuk iklan yang akan muncul di Apple Maps, dan salah satu larangan paling mencolok adalah konten "home services" atau jasa perbaikan rumah tangga. Dalam dokumen pedoman yang diterbitkan pekan ini, perusahaan menyebut kategori ini mencakup jasa pipa ledeng, kelistrikan, tukang kunci, HVAC (pemanas, ventilasi, pendingin udara), pengendalian hama, atap, hingga kontraktor umum.
Aturan Iklan Apple Maps: Lebih Ketat dari Google Maps
Pedoman ini mirip dengan aturan App Review Apple yang melarang iklan bermuatan fitnah, konten vulgar, promosi aktivitas ilegal, konten menipu, serta iklan politik dan narkoba. Namun, yang membedakan adalah larangan spesifik pada "home services" yang tidak lazim ditemukan di platform kompetitor.
"Konten iklan yang mengandung atau secara langsung maupun tidak langsung mempromosikan jasa perbaikan rumah tangga — termasuk namun tidak terbatas pada pipa ledeng, kelistrikan, tukang kunci, HVAC, pengendalian hama, atap, atau jasa kontraktor umum — dilarang," tulis Apple dalam pedoman tersebut.
Langkah ini kontras dengan Google Maps yang justru dipenuhi iklan tukang ledeng atau teknisi listrik lokal. Apple tampaknya sengaja ingin menciptakan pengalaman berbeda yang lebih bersih dan fokus pada eksplorasi tempat ketimbang jasa darurat.
Fokus pada Bisnis Lokal dan Tempat Wisata
Di halaman resmi Ads in Apple Maps, perusahaan menggambarkan layanan ini sebagai alat penemuan tempat, bukan sekadar navigasi. "Orang-orang mengandalkan Apple Maps untuk menjelajahi tempat baru dan mencoba hal baru. Mulai dari menemukan kedai kopi dan restoran, hingga toko dan landmark," tulis Apple.
Dengan melarang iklan jasa perbaikan rumah, Apple menyisakan ruang lebih banyak untuk bisnis lokal seperti kafe, restoran, butik, dan tempat wisata. Langkah ini juga membuat kehadiran iklan di Maps terasa lebih alami dan tidak mengganggu — meskipun sebagian pengguna mungkin tetap skeptis dengan monetisasi di aplikasi navigasi.
Selain jasa perbaikan rumah, Apple juga melarang iklan untuk layanan jaminan (bail bonds) dan mesin ATM kripto. Keputusan ini memperkuat citra Apple Maps sebagai platform yang lebih kuratorial dibandingkan Google Maps yang cenderung membuka banjir iklan untuk semua kategori.
Ekspansi Iklan Apple: Dari App Store ke Maps
Iklan merupakan bagian yang terus tumbuh dari divisi "Services" Apple, yang mencakup langganan, biaya platform in-app purchase, dan penjualan iklan. Sebelum Maps, Apple sudah menjual ruang iklan di Apple News (dengan kualitas iklan yang sempat dikritik) dan berbagai bagian App Store.
Pada 2022, Apple mengumumkan pembaruan besar pada bisnis iklan App Store, memperluas iklan dari hasil pencarian ke halaman aplikasi dan tab "Today". Kini dengan Maps, Apple mengambil pendekatan yang lebih hati-hati dengan membatasi kategori iklan tertentu.
Fitur iklan di Apple Maps akan mulai diuji coba musim panas 2026 di Amerika Serikat dan Kanada. Belum ada informasi kapan layanan ini akan menjangkau pengguna di kawasan lain, termasuk Indonesia. Namun, pola peluncuran fitur Apple sebelumnya menunjukkan ekspansi global biasanya memakan waktu 6-12 bulan setelah debut di negara asal.
Bagi pengguna Indonesia yang gemar menggunakan Apple Maps, setidaknya kita tidak perlu khawatir melihat iklan tukang ledeng atau jasa perbaikan atap saat mencari rekomendasi tempat makan favorit.