JANTHO — Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar mencatat luas tanam pada musim gadu tahun ini mencapai 7.006 hektare. Dari jumlah tersebut, lebih dari sepertiganya kini terancam kekeringan dengan tingkat keparahan yang bervariasi, mulai dari ringan hingga puso.
Berdasarkan data Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar, Imam Munandar, lahan yang mengalami kekeringan ringan mencapai 1.108 hektare. Sementara itu, 659,8 hektare masuk kategori kekeringan sedang, dan 389 hektare mengalami kekeringan berat.
Penyebab Puso dan Prioritas Penanganan
Kondisi paling kritis terjadi pada 355 hektare lahan yang sudah dipastikan puso atau gagal panen. Angka ini menjadi perhatian serius karena langsung berimbas pada pendapatan petani di 23 kecamatan yang tersebar di wilayah Aceh Besar.
Imam menegaskan bahwa penanganan darurat difokuskan pada lahan yang masih berada dalam fase primordial dan masa pertumbuhan. Pasokan air di dua fase tersebut dinilai krusial untuk menentukan keberhasilan panen.
Pengerahan Mesin Pompa dari Berbagai Instansi
"Pemkab Aceh Besar bersama dengan seluruh pihak termasuk di dalamnya Balai Wilayah Sungai Sumatera I terus melakukan distribusi air ke sawah warga sebagai antisipasi gagal panen," kata Imam dalam keterangan resmi yang diterima, Senin (24/8/2026).
Distribusi air dilakukan melalui dua skema utama, yaitu pompanisasi dan optimalisasi jaringan irigasi. Untuk mendukung operasi ini, sejumlah mesin pompa dikerahkan melalui skema pinjam pakai dari BWS Sumatera I, BPBD Aceh Besar, Dinas PUPR Aceh Besar, dan Dinas Pertanian.
"Distribusi air yang kita gunakan baik melalui jaringan irigasi maupun pompanisasi adalah daerah-daerah yang dekat dengan sumber air," ujarnya.
Upaya Menjaga Produksi Padi Daerah
Langkah darurat ini merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah daerah menjaga keberlangsungan produksi pertanian di tengah cuaca ekstrem. Imam menambahkan, pemerintah berkomitmen hadir memberikan penanganan semaksimal mungkin bagi para petani yang membutuhkan.
"Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berikhtiar untuk tetap hadir dan memberikan penanganan semaksimal mungkin bagi para petani yang membutuhkan," kata Imam.
Operasi distribusi air ini akan terus berjalan selama musim kemarau masih berlangsung. Pihaknya berharap langkah cepat ini mampu menekan angka gagal panen yang lebih besar dan menjaga stok produksi padi di Kabupaten Aceh Besar tetap aman.