Pencarian

Kredit Investasi Tumbuh 24,9% Jadi Motor Utama, OJK Catat Penyaluran Kredit Bank Tembus Rp 9.081 Triliun

Rabu, 05 Agustus 2026 • 10:25:01 WIB
Kredit Investasi Tumbuh 24,9% Jadi Motor Utama, OJK Catat Penyaluran Kredit Bank Tembus Rp 9.081 Triliun
Penyaluran kredit perbankan nasional mencapai Rp 9.081 triliun pada Juni 2026, tumbuh 24,9% secara tahunan.

ACEH — Percepatan penyaluran kredit ini mengalahkan laju pertumbuhan bulan sebelumnya yang tercatat 11,51%. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut, permintaan pembiayaan dari segmen korporasi menjadi penopang utama, dengan pertumbuhan kredit korporasi mencapai 20,45% secara year on year (yoy).

Kredit UMKM Mulai Bergairah, Bank BUMN Pimpin Pertumbuhan

Setelah sempat lesu, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Kredit UMKM tumbuh 1,05% secara tahunan, membaik dibandingkan posisi Mei 2026 yang hanya tumbuh 0,60%.

Dari sisi kelompok bank, bank-bank pelat merah mencatatkan performa paling agresif. Kredit yang disalurkan bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tumbuh hingga 16,54% secara tahunan, jauh di atas rata-rata industri.

Likuiditas Mengetat, Rasio Alat Likuid Turun Signifikan

Di sisi lain, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) tidak mampu mengejar laju kredit. DPK hanya tumbuh 10,21% menjadi Rp 10.282 triliun, menciptakan tekanan likuiditas yang lebih ketat di industri perbankan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) turun ke level 101,92% pada Juni, merosot dari 108,2% pada Mei. Rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) juga terkoreksi menjadi 23,08% dari 24,74%.

"Meskipun terjadi penurunan, kedua rasio tersebut masih berada jauh di atas ambang batas minimum masing-masing sebesar 50% dan 10%, sehingga likuiditas dinilai tetap memadai," ujar Dian dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan Juli 2026 secara virtual, Selasa (4/8).

Kualitas Aset Membaik, NPL Turun ke 2,09%

Perbaikan kualitas aset menjadi kabar baik lainnya di tengah ekspansi kredit yang agresif. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bruto turun menjadi 2,09% dari 2,17% pada Mei. Rasio NPL neto juga membaik ke level 0,82% dari sebelumnya 0,84%.

Indikator risiko lain turut menunjukkan tren positif. Rasio loan at risk (LAR) turun menjadi 8,47% dari 8,72%, sementara rasio cakupan pencadangan (loan loss coverage ratio/LLCR) berada di level 182,75%. Profitabilitas perbankan pun menguat, tercermin dari return on assets (ROA) yang naik menjadi 2,47%.

Ketahanan modal industri tetap solid dengan capital adequacy ratio (CAR) yang stabil di angka 23,70%, memberikan ruang yang cukup luas bagi bank untuk terus menggenjot penyaluran kredit ke depan.

Follow redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks