Pencarian

Aceh Jaya Siap Cetak Sawah Baru 1.000 Hektare dengan APBN Rp 35 Miliar, Lahan Petani Tersebar di 7 Kecamatan

Senin, 10 Agustus 2026 • 15:01:01 WIB
Aceh Jaya Siap Cetak Sawah Baru 1.000 Hektare dengan APBN Rp 35 Miliar, Lahan Petani Tersebar di 7 Kecamatan
Dinas Pertanian Aceh Jaya memulai pencetakan sawah baru seluas 1.000 hektare yang tersebar di tujuh kecamatan dengan anggaran APBN Rp 35 miliar.

CALANG — Kabupaten Aceh Jaya mendapat jatah pencetakan sawah baru seluas 1.000 hektare yang didanai APBN pada 2026. Kepala Dinas Pertanian Aceh Jaya, Dailami, menyebut program ini merupakan hasil usulan pemkab yang diajukan ke Kementerian Pertanian, dan kini mulai dieksekusi di lapangan.

"Cetak sawah baru ini merupakan hasil usulan kita ke Kementerian Pertanian. Usulan kita lebih dari 1.000 hektare," kata Dailami, Jumat (7/8/2026).

Lokasi Lahan: Indra Jaya Paling Luas, Capai 318 Hektare

Dailami merinci, lahan yang mulai dikerjakan tersebar di tujuh kecamatan. Kecamatan Indra Jaya menjadi area terluas dengan total 318 hektare, disusul Kecamatan Jaya yang terbagi dalam dua lokasi masing-masing 145 hektare dan 221 hektare.

Kecamatan Sampoiniet mendapat alokasi 130 hektare, sementara Kecamatan Setia Bakti dan Panga digabung dengan total 143 hektare. Kecamatan Pasie Raya menjadi bagian terkecil dengan luas 48,7 hektare.

Anggaran Rp 35 Juta per Hektare, Siapa yang Mengerjakan?

Pagu awal program ditetapkan Rp 35 juta per hektare. Dengan target 1.000 hektare, total dukungan anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp 35 miliar.

Seluruh tahapan pekerjaan, mulai dari perencanaan hingga pengolahan lahan, tidak ditangani langsung oleh pemkab. Perencanaan program dipercayakan kepada Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, sedangkan penyusunan dokumen lingkungan dilakukan tim dari Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh.

"Sedangkan pelaksanaan seluruhnya oleh Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Medan, mulai dari kontrak hingga tender. Aceh Jaya sendiri sebagai penerima manfaat saja," ujarnya.

Target: Infrastruktur Irigasi Lebih Baik dari Program 10 Tahun Lalu

Dailami berharap program ini menghasilkan infrastruktur pendukung yang lebih optimal dibandingkan cetak sawah serupa pada lima hingga sepuluh tahun sebelumnya. Ia menekankan pentingnya desain perencanaan yang matang, terutama untuk lokasi yang memiliki sumber air.

"Untuk daerah-daerah yang memiliki sumber air, pematang, dan saluran, diharapkan desain perencanaannya bisa lebih bagus dari program lima hingga 10 tahun sebelumnya," katanya.

Seluruh proses, menurut Dailami, akan dikerjakan oleh pihak pelaksana sampai lahan benar-benar siap ditanami petani. "Mulai dari usulan awal, pengolahan lahan sampai petani siap tanam," imbuhnya.

Dampak bagi Petani dan Produksi Pangan Aceh Jaya

Penambahan areal persawahan ini diharapkan memperkuat produksi pangan daerah sekaligus meningkatkan produktivitas petani. Status kepemilikan lahan yang jelas menjadi syarat utama agar program tepat sasaran dan tidak memicu konflik agraria di tingkat desa.

Dengan total hampir 1.000 hektare lahan baru, Aceh Jaya berpotensi menambah pasokan gabah secara signifikan dalam dua hingga tiga tahun ke depan setelah infrastruktur irigasi dan pengolahan tanah rampung dikerjakan.

Follow redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mediasatunews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks