ACEH — ICE BSD, Tangerang — GIIAS 2026 telah usai. Pameran otomotif yang berlangsung selama 11 hari ini mencatatkan angka pengunjung yang sulit diabaikan: 496.378 orang. Jumlah ini setara dengan hampir separuh populasi Kota Bogor yang berpindah ke area pameran dalam waktu kurang dari dua pekan.
Bagi industri otomotif nasional, capaian ini bukan sekadar angka seremonial. Ini adalah sinyal paling jelas bahwa gairah pasar kendaraan roda empat dan roda dua di Indonesia masih menyala, bahkan setelah masa pemulihan pasca-pandemi yang penuh fluktuasi.
37 Kendaraan Baru: Durasi Kunjungan Rata-rata 5 Jam
Pengunjung yang datang tidak hanya sekadar berjalan-jalan. Rata-rata dari mereka menghabiskan 5 jam di dalam area ICE BSD. Durasi yang panjang ini masuk akal jika melihat skala acaranya: ada 37 kendaraan baru yang diluncurkan di sana.
Banyaknya pilihan membuat pengunjung harus membagi waktu secara merata ke setiap booth. Tidak ada satu pun stan yang bisa dijelajahi hanya dalam hitungan menit, terutama untuk merek-merek yang membawa lini kendaraan listrik dan SUV terbaru mereka.
Posisi GIIAS di Kancah Global
Dengan total pengunjung hampir setengah juta orang, GIIAS 2026 yang merupakan pameran ke-33 ini sah duduk di peringkat kedua dunia. Hanya pameran otomotif di China yang mampu menempatkan diri di atasnya.
Pencapaian ini menarik untuk dicermati. Dalam lima tahun terakhir, grafik pengunjung GIIAS memang tidak stabil, selalu mencari titik keseimbangan baru setelah pandemi. Namun, lompatan menuju angka nyaris 500 ribu tahun ini adalah titik puncak dari tren tersebut.
Yang Perlu Diperhatikan dari Angka Ini
Meski data pengunjung terbilang impresif, perlu dicatat bahwa jumlah pengunjung tidak selalu berbanding lurus dengan angka transaksi penjualan. GIIAS memang kerap dijadikan ajang pembelian langsung, tetapi banyak juga pengunjung yang datang hanya untuk riset produk sebelum memutuskan membeli di dealer resmi di kemudian hari.
Ini artinya, antusiasme publik memang tinggi, tetapi dampak nyatanya terhadap penjualan nasional baru akan terlihat pada data wholesales dan retail beberapa bulan ke depan. Tetap menjadi indikator kuat, hanya saja belum bisa dijadikan patokan final untuk kesehatan pasar otomotif secara keseluruhan.