BIREUEN — Chintya Ayu, mahasiswi tingkat akhir Prodi Pendidikan Jasmani FKIP UNIKI Bireuen, menjalani tugas internasionalnya dengan menjadi bagian dari perhelatan Sukan Warna di Pittyaphat School, Amphoe Ban Bang Sata, Yala, Thailand Selatan. Kegiatan yang berlangsung selama sepekan ini merupakan ajang pencarian bakat atlet pelajar untuk dikirim ke kompetisi tingkat nasional Thailand.
Dalam pesan WhatsApp-nya, Chintya menjelaskan bahwa Sukan Warna, atau dalam bahasa Thai disebut "Kila Si", bukan sekadar pekan olahraga internal sekolah. Kegiatan ini telah berkembang menjadi pesta budaya Melayu dan ajang seleksi atlet berskala besar di sekolah-sekolah Thailand Selatan.
Sistem Penilaian: Bukan Cuma Cepat, tapi Kreatif
Berbeda dengan pekan olahraga pada umumnya, Sukan Warna menilai peserta berdasarkan kompetisi kreativitas. Chintya menyebut nilai tertinggi dihitung dari kreativitas dekorasi tenda, yel-yel, dan kekompakan pemandu sorak (cheerleaders).
“Kegiatan Sukan Warna ini sangat semarak. Kegiatan biasanya berlangsung selama satu minggu. Saat kegiatan berlangsung, kegiatan belajar di kelas diliburkan total,” tulis Chintya.
Melatih Sportivitas dan Kebersamaan Ala Thailand Selatan
Chintya menuturkan tujuan utama digelarnya Sukan Warna adalah untuk melatih siswa berolahraga sesuai minat dan bakat masing-masing. Kegiatan ini juga dirancang untuk menumbuhkan semangat sportivitas serta mempererat kebersamaan dan kekeluargaan antar-peserta didik melalui pembagian kelompok warna.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok berdasarkan warna tertentu. Setiap kelompok berlomba menunjukkan penampilan terbaik, mulai dari kostum tradisional Melayu hingga atraksi seni lokal khas Thailand Selatan.
KKM dan PPL Internasional: Kampus Dorong Pengalaman Global
Keikutsertaan Chintya dalam Sukan Warna merupakan bagian dari Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dan Program Pengalaman Lapangan (PPL) Internasional yang dijalaninya di Thailand. Melalui program ini, mahasiswa UNIKI tidak hanya belajar mengajar, tetapi juga memahami budaya dan sistem pendidikan di negara lain.
Pitthyaphat School sendiri merupakan sekolah Islam yang berada di wilayah Yala, salah satu provinsi di Thailand Selatan yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Kehadiran mahasiswa Indonesia di sekolah tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan budaya serumpun Melayu antara kedua negara.