ACEH — Menjadi orang tua di era digital memang terasa berat. Informasi kesehatan berseliweran di media sosial, belum lagi tekanan untuk memenuhi stimulasi tumbuh kembang anak yang optimal sejak dalam kandungan.
Menyadari kompleksitas ini, RSIA Bunda Jakarta kembali menggelar Bunda Parenting Convention 2026. Acara yang bertepatan dengan Hari Anak Internasional dan Pekan Menyusui Internasional ini mengusung tema From The First Heartbeat to a Bright Future, Every Step Matters.
Mengapa Kesehatan Keluarga Butuh Pendekatan Baru?
Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk (BMHS), Dr. dr. Ivan Rizal Sini, menegaskan bahwa pendampingan tumbuh kembang anak tidak bisa dilakukan sendiri oleh orang tua. Perlu ekosistem yang mendukung.
"Selama lebih dari lima dekade, BMHS terus memperkuat ekosistem keluarga agar mampu mendampingi tumbuh kembang anak sejak awal kehidupan hingga tumbuh optimal," ujar Ivan dalam siaran pers, Selasa (11/8).
Artinya, dukungan untuk ibu dan anak tidak berhenti di ruang periksa dokter. Integrasi antara layanan klinis, edukasi, dan keterlibatan orang tua menjadi kunci utama.
Kolaborasi Layanan Klinis dan Peran Aktif Orang Tua
BMHS memandang kesehatan holistik ibu dan anak perlu melibatkan banyak pihak: keluarga, tenaga kesehatan, lingkungan kerja, hingga komunitas. Rumah sakit tidak lagi menjadi satu-satunya pusat solusi.
Di RSIA Bunda Jakarta, pendekatan ini diwujudkan melalui kolaborasi dokter spesialis dan subspesialis. Ada pula penerapan Family Integrated Care (FICare) dan Kangaroo Mother Care (KMC) di ruang NICU.
Orang tua didorong aktif dalam perawatan, bukan sekadar menerima layanan. Edukasi diberikan sejak masa antenatal hingga anak memasuki masa tumbuh kembang, sehingga Anda punya bekal menghadapi setiap tahapannya.
Komisaris Independen BMHS, Retno Marsudi, menekankan pentingnya lingkungan yang mendukung ibu dan keluarga sejak awal kehidupan anak. Dukungan ini yang membuat orang tua lebih siap secara mental dan emosional.
Bekal Praktis untuk Orang Tua Muda
Dari acara ini, ada beberapa hal yang bisa langsung Anda terapkan di rumah:
- Jadilah filter informasi. Tidak semua konten parenting di internet akurat. Selalu cek sumbernya, idealnya dari tenaga kesehatan profesional.
- Libatkan ayah sejak dini. Pengasuhan bukan tugas ibu seorang diri. Keterlibatan ayah dalam perawatan bayi, seperti metode KMC, memperkuat ikatan emosional.
- Ikuti edukasi antenatal. Persiapan mental dan fisik sejak hamil memengaruhi tumbuh kembang anak setelah lahir.
Perhatian Khusus untuk Tumbuh Kembang Optimal
Jika Anda merasa tumbuh kembang si kecil tidak sesuai tahapannya, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter spesialis anak. Deteksi dini selalu lebih baik daripada menunggu.
Dengan dukungan ekosistem yang tepat—dari rumah, klinik, hingga komunitas—setiap langkah kecil dalam pengasuhan hari ini akan berdampak besar pada masa depan anak.