Pencarian

Rusia Kejar Ketertinggalan Starlink, Konstelasi Satelit Rassvet Ditargetkan Capai 924 Unit pada 2035

Minggu, 16 Agustus 2026 • 23:12:01 WIB
Rusia Kejar Ketertinggalan Starlink, Konstelasi Satelit Rassvet Ditargetkan Capai 924 Unit pada 2035
Ilustrasi konstelasi satelit di orbit rendah Bumi, terkait program satelit militer Rusia Rassvet yang ditargetkan mencapai 924 unit pada 2035.

ACEH — Program satelit militer Rusia yang diberi nama Rassvet berkembang lebih cepat dari prediksi awal Ukraina. Wakil Kepala Direktorat Intelijen Pertahanan Ukraina, Mayor Jenderal Vadym Skibitskyi, menyatakan Rusia telah menempatkan 16 satelit di orbit rendah Bumi (LEO) per Maret 2026. Rencana jangka pendek Moskow menambah 292 satelit lagi pada 2027, dan menggandakan ekspansi hingga total 924 satelit pada 2035.

Kesenjangan Kapabilitas yang Kini Mulai Menyempit

Saat ini Rassvet masih beroperasi secara intermiten. "Untuk sekarang, sistem ini hanya bisa beroperasi sebentar-sebentar, saat satelit melintas di atas wilayah kami," ujar Skibitskyi. Artinya, sistem tersebut masih berstatus purwarupa dan belum mampu menyaingi layanan kontinu ala Starlink milik SpaceX.

Namun, potensi ancamannya jelas. Jika konstelasi ini rampung, Rusia bisa mengoordinasikan serangan drone dan berbagi data penargetan tanpa bergantung pada infrastruktur darat yang mudah diganggu. Keunggulan konektivitas yang selama ini memungkinkan pilot drone Ukraina mengendalikan unitnya secara real-time di area pertempuran bisa hilang dalam sekejap.

Mengapa Peperangan Elektronik Tidak Cukup untuk Menghadapinya

Kehadiran Rassvet memaksa Ukraina memikirkan strategi di luar taktik konvensional. Gangguan sinyal (jamming) yang efektif untuk memutus komunikasi darat tidak akan mempan untuk satelit yang mengorbit di luar jangkauan gelombang radio standar.

Skibitskyi mengonfirmasi bahwa diskusi internal di tubuh pertahanan Ukraina soal langkah respons terhadap Rassvet sudah berjalan, meski ia enggan merinci bentuk konkretnya. Opsi yang paling logis secara teknis adalah menonaktifkan satelit secara langsung—sebuah tindakan yang akan memperluas medan perang ke orbit, domain yang belum pernah disentuh kedua negara secara langsung.

Dukungan untuk Gelombang Drone Generasi Baru

Ekspansi satelit ini berjalan beriringan dengan peningkatan produksi drone serang Rusia. Intelijen Ukraina mencatat munculnya varian turbojet Geran-4 dan Geran-5 yang menyumbang sekitar 50 persen dari total drone dalam satu serangan baru-baru ini. Moskow mengklaim akan memproduksi 11.000 drone serang pada Agustus 2026 saja, dengan pergeseran fokus ke model generasi baru tersebut.

Rusia juga mulai menerapkan jaringan mesh (mesh networking), metode yang memungkinkan kendali real-time untuk kawanan drone (drone swarm). Fitur ini sangat bergantung pada cakupan satelit yang persisten—tepat seperti yang dirancang untuk disediakan Rassvet.

Verifikasi Data dan Sikap Moskow

Hingga berita ini diturunkan, angka spesifik yang disampaikan intelijen Ukraina belum diverifikasi secara independen. Pemerintah Rusia maupun militer belum memberikan komentar resmi terkait perkembangan terbaru program satelit tersebut. Yang jelas, tinjauan Ukraina atas opsi-opsi yang ada mengindikasikan bahwa respons terhadap Rassvet tidak akan terbatas pada pertahanan teritorial konvensional—baik di orbit, di darat, maupun melalui cara-cara lain.

Follow redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techradar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks