MEULABOH — Ratusan tenaga kesehatan dan tenaga administrasi di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh kini mulai beralih dari pembubuhan tanda tangan basah ke sistem digital. Diskominsa Aceh Barat mendampingi langsung proses pendaftaran dan aktivasi sertifikat elektronik berbasis Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) bagi para ASN di lingkungan rumah sakit tersebut.
Kepala Bidang Persandian dan Statistik Diskominsa Aceh Barat, Dedy Jefernal, ST, menyebut pelatihan ini berlangsung bertahap dalam beberapa kelompok peserta hingga sore hari. Tim yang diterjunkan terdiri dari Sandiman Ahli Muda serta Penelaah Teknis Kebijakan.
Keamanan Dokumen Digital Jadi Prioritas
Dedy menekankan bahwa transformasi digital tidak cukup hanya dengan menyediakan aplikasi. Aspek keamanan, autentikasi, dan keabsahan dokumen elektronik harus diperkuat secara paralel agar proses administrasi pemerintahan yang kian terdigitalisasi tetap dapat dipercaya.
"Dengan penerapan TTE, proses administrasi diharapkan menjadi lebih cepat, aman dan efisien. Ini juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan terhadap layanan digital pemerintah," ujarnya dalam kegiatan yang digelar di lingkungan RSUD Cut Nyak Dhien tersebut.
Menekan Ketergantungan pada Dokumen Fisik
Pemanfaatan TTE di lingkungan RSUD Cut Nyak Dhien diharapkan mampu memangkas ketergantungan terhadap dokumen kertas. Dampak langsungnya, proses administrasi pelayanan rumah sakit bisa berjalan lebih responsif dan terintegrasi dengan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE).
Implementasi ini juga menjadi fondasi penting bagi penguatan RME berbasis aplikasi SIMGOS. Dengan tanda tangan elektronik yang sah secara hukum, validasi data medis pasien dapat dilakukan lebih cepat tanpa mengorbankan aspek keamanan informasi.
Kolaborasi Lintas Perangkat Daerah
Keterlibatan Diskominsa dalam pelatihan ini mencerminkan sinergi antar perangkat daerah dalam mempercepat agenda digitalisasi di Aceh Barat. Bidang Persandian dan Statistik memegang peran kunci dalam memastikan setiap lompatan teknologi informasi yang diambil pemerintah daerah tetap memperhatikan aspek keamanan dan kepercayaan digital.
Bagi RSUD Cut Nyak Dhien, langkah ini merupakan kelanjutan dari pengembangan sistem pelayanan berbasis digital yang tengah berjalan. Sinergi dengan Diskominsa diharapkan tidak berhenti pada tahap aktivasi, tetapi berlanjut pada penggunaan TTE secara konsisten dalam operasional harian rumah sakit.
Ke depan, transformasi digital di sektor layanan kesehatan ini ditargetkan memberikan dampak nyata pada percepatan pelayanan pasien, efisiensi biaya administrasi, serta peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan di lingkungan Pemkab Aceh Barat.