ACEH BESAR — Harapan itu disampaikan Ilza usai menjadi pembina upacara peringatan HUT Ke-81 RI di Komplek Sentra Darussa’adah, Senin. Ia menegaskan, proses belajar mengajar idealnya berlangsung di gedung yang representatif tanpa gangguan aktivitas proyek.
“Kami berharap pembangunan SRMA 1 Aceh Besar bersamaan dengan SR lainnya di seluruh Tanah Air dapat tuntas seluruhnya sebelum masuk ajaran baru. Artinya saat anak-anak masuk sekolah, pembangunan telah tuntas dilaksanakan,” katanya.
Lahan Tersedia, Pembangunan Fisik Belum Dimulai
Ilza menjelaskan, untuk SRMA 1 Aceh Besar saat ini belum ada proses pembangunan gedung permanen. Yang sudah ada baru sebatas ketersediaan lahan di kawasan Jantho.
“Jadi kami sangat berharap kepada pemerintah, terkhusus kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, agar segera memperjelas proses pembangunan sehingga ke depan tidak terjadi kendala-kendala yang mungkin dialami oleh kawan-kawan kepala Sekolah Rakyat lainnya,” ujarnya.
Target Rampung Juli 2027
Pihak sekolah meminta agar proses pembangunan dapat dipercepat dan tuntas pada Juli 2027, bertepatan dengan masuknya tahun ajaran baru siswa Sekolah Rakyat. Dengan begitu, saat siswa masuk, tidak ada lagi pekerja proyek yang berada di dalam lokasi sekolah.
“Artinya, ketika pembangunannya dilaksanakan tuntas sebelum tahun ajaran baru, saat siswa masuk sekolah tidak ada lagi pekerja proyek dalam lokasi sekolah,” tambah Ilza.
Paskibra dari SRMA 1 untuk Upacara di Jantho
Pada peringatan HUT Ke-81 RI kali ini, tiga orang siswa SRMA 1 Aceh Besar bertugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di tingkat kabupaten. Mereka mendampingi rekan-rekannya sekaligus melihat langsung lokasi pembangunan sekolah rakyat di Jantho.
Prosesi pengibaran Bendera Merah Putih di Komplek Sentra Darussa’adah sendiri berlangsung khidmat. Para siswa mengenakan seragam lengkap jas almamater merah marun, sementara jajaran sekolah dan pegawai Sentra Darussa’adah tampil dengan pakaian adat nusantara.