Pencarian

Wali Kota Subulussalam Dorong Pembangunan Kampus URI di Perbatasan Aceh-Sumut, Siapkan Lahan dan Fasilitas Pendukung

Jumat, 31 Juli 2026 • 23:32:01 WIB
Wali Kota Subulussalam Dorong Pembangunan Kampus URI di Perbatasan Aceh-Sumut, Siapkan Lahan dan Fasilitas Pendukung
Wali Kota Subulussalam Haji Rasyid Bancin menyampaikan usulan pembangunan kampus Universitas Republik Indonesia (URI) di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

SUBULUSSALAM — Kota Subulussalam menjadi satu-satunya kota di Provinsi Aceh yang belum memiliki perguruan tinggi negeri. Kondisi ini mendorong Wali Kota Haji Rasyid Bancin (HRB) untuk melobi pemerintah pusat agar daerahnya masuk dalam daftar program pembangunan 10 kampus Universitas Republik Indonesia (URI) yang dicanangkan secara nasional.

Usulan tersebut disampaikan HRB dalam pertemuan dengan Gubernur URI Donny Ermawan Taufanto di Jakarta, Jumat (31/7/2026). Pertemuan itu turut dihadiri Wakil Ketua DPRK Subulussalam Rasumin serta Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Yos Sunitiyoso.

Jarak Tempuh 800 Kilometer Jadi Penghambat Kuliah

HRB menjelaskan, lulusan SMA di Subulussalam selama ini harus merantau ke Banda Aceh, Medan, atau daerah lain untuk melanjutkan studi. Jarak yang harus ditempuh mencapai sekitar 800 kilometer, sebuah angka yang sangat memberatkan bagi keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah.

“Subulussalam merupakan satu-satunya kota di Aceh yang hingga kini belum memiliki perguruan tinggi negeri. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi generasi muda kami untuk melanjutkan pendidikan,” ujar HRB dalam keterangan yang diterima di Jakarta.

Selain kendala geografis, biaya transportasi, tempat tinggal, dan kebutuhan hidup di perantauan menjadi beban tambahan. Tidak sedikit lulusan yang akhirnya mengurungkan niat untuk kuliah karena alasan finansial.

Posisi Strategis di Perbatasan Dua Provinsi

Subulussalam tidak hanya mengedepankan alasan kekurangan. Kota yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Utara ini memiliki posisi strategis yang dinilai mampu menjangkau lebih banyak calon mahasiswa.

Jika kampus URI dibangun di Subulussalam, jangkauannya diproyeksikan melayani pelajar dari Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Gayo Lues, hingga Kabupaten Pakpak Bharat dan Dairi di Sumatera Utara. Hal ini menjadikan investasi pendidikan di kota tersebut tidak hanya menguntungkan warga Aceh, tetapi juga daerah tetangga.

Pemkot Siapkan Lahan dan Dukungan Administrasi

Dalam paparannya, HRB menegaskan kesiapan Pemerintah Kota Subulussalam untuk menyediakan lahan, dukungan administrasi, serta fasilitas pendukung lainnya apabila usulan ini disetujui pemerintah pusat. Komitmen ini menjadi modal penting dalam negosiasi dengan pihak URI.

“Kehadiran kampus negeri bukan hanya soal membangun gedung perkuliahan, tetapi membuka harapan baru bagi ribuan anak daerah agar memiliki kesempatan yang sama memperoleh pendidikan berkualitas,” kata HRB.

Program SDM yang Sudah Berjalan Perlu Ditopang PTN

Pemkot Subulussalam sejauh ini telah menjalankan sejumlah program peningkatan kualitas sumber daya manusia, seperti Sekolah Rakyat (SR) dan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). Namun, program-program tersebut dinilai belum cukup tanpa adanya jenjang pendidikan tinggi di daerah sendiri.

HRB menambahkan, kehadiran PTN akan melengkapi rantai pendidikan tersebut. Dengan begitu, lulusan terbaik dari program Sekolah Rakyat dan Sekolah Nasional Terintegrasi tidak harus keluar daerah untuk melanjutkan studi ke jenjang sarjana.

Follow redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rahasiaumum.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks