ACEH — Warga sekitar sempat diimbau menjauh dari titik penemuan dengan radius sekitar 50 meter setelah laporan diterima. Polsek Tambun Selatan juga memasang garis polisi di lokasi untuk mengamankan area sebelum tim Jibom tiba.
Kapolsek Tambun Selatan Kompol Wuryanti membenarkan adanya laporan temuan benda mencurigakan itu. Laporan awal diterima setelah seorang pemulung melihat benda mencurigakan dan kemudian diteruskan oleh warga ke Polsek Tambun Selatan.
Kronologi Penemuan dan Prosedur Evakuasi
Kejadian bermula saat pemulung tersebut melintas di Jalan Toyogiri dan melihat sebuah benda menyerupai granat. Ia kemudian melaporkan temuannya itu kepada warga sekitar, yang selanjutnya menghubungi aparat kepolisian setempat.
Setelah dilakukan pengecekan awal, petugas memastikan benda tersebut merupakan granat tangan aktif yang masih berbahaya. Tim Jibom Polda Metro Jaya yang diterjunkan ke lokasi langsung melakukan evakuasi dengan pengamanan ketat.
Penanganan Granat oleh Tim Gegana
Granat yang berhasil dievakuasi tersebut kemudian dibawa ke Markas Gegana untuk dilakukan disposal. Proses ini dilakukan sesuai prosedur standar operasional yang berlaku untuk memastikan tidak ada risiko ledakan yang membahayakan warga sipil.
Evakuasi berjalan lancar tanpa kendala berarti. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini, dan situasi di sekitar lokasi penemuan kini telah kembali normal setelah area dinyatakan aman oleh petugas.
Imbauan bagi Warga Saat Menemukan Benda Mencurigakan
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak menyentuh atau memindahkan benda mencurigakan yang diduga material peledak. Warga diminta segera melaporkan temuan serupa kepada aparat terdekat atau kantor polisi.
Penanganan benda semacam ini memerlukan keahlian khusus dari tim penjinak bom. Tindakan warga yang langsung melapor justru membantu mempercepat proses pengamanan dan mencegah potensi bahaya yang lebih besar.