ACEH — Dominasi Islam Makhachev di kelas ringan UFC sudah tidak perlu diragukan lagi. Gelar juara bertahan sejak 2022, 13 kemenangan beruntun, dan status sebagai petarung peringkat satu pound-for-pound membuat namanya masuk dalam daftar terbaik sepanjang masa. Tapi di balik keperkasaan itu, ada satu nama yang disebut-sebut mampu menjadi mimpi buruk bagi petarung Dagestan tersebut.
Nama itu adalah Shavkat Rakhmonov. Petarung asal Kazakhstan yang kini menghuni kelas welterweight itu punya rekor sempurna 19-0 dengan 19 kemenangan sebelum batas waktu. Gaya bertarungnya yang agresif, ditambah kemampuan grappling di atas rata-rata, dinilai menjadi perpaduan paling berbahaya untuk Makhachev.
Mengapa Rakhmonov Dianggap Ancaman Nyata?
Analisis dari sejumlah pengamat UFC menyebut Rakhmonov bukan sekadar petarung kuat, melainkan tipe lawan yang belum pernah dihadapi Makhachev. Di kelas ringan, Makhachev terbiasa mendikte lawan dengan wrestling-nya. Rakhmonov justru punya pertahanan takedown yang solid dan kemampuan submission yang sama mematikannya.
Rekor 19 finis dari 19 kemenangan menjadi sinyal bahaya. Tidak ada petarung di kelas welterweight yang mampu bertahan dari serangan Rakhmonov, dan itu membuat laga potensial melawan Makhachev menjadi pertarungan taktik yang menarik.
Rencana Naik Kelas yang Berisiko
Makhachev sendiri sudah beberapa kali menyatakan ingin naik ke kelas welterweight untuk mengejar gelar juara di dua divisi. Namun, langkah itu tidak semudah yang dibayangkan. Sebelum bisa menantang Rakhmonov atau pemegang sabuk lainnya, Makhachev harus melewati laga-laga berat di kelas barunya.
Perpindahan kelas bukan sekadar soal berat badan. Adaptasi dengan kecepatan pukulan lawan yang lebih besar, postur tubuh yang lebih tinggi, dan power yang berbeda menjadi tantangan tersendiri. Rakhmonov, dengan postur ideal di welterweight, punya semua keunggulan itu.
Jalan Panjang Sebelum Pertarungan Impian
Meski duel ini menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar MMA, kedua petarung masih punya pekerjaan rumah masing-masing. Makhachev dijadwalkan mempertahankan gelar kelas ringan melawan Arman Tsarukyan, sementara Rakhmonov juga masih menunggu kesempatan memperebutkan sabuk juara welterweight.
Jika keduanya berhasil melewati rintangan tersebut, pertarungan Makhachev vs Rakhmonov bukan sekadar duel dua juara. Ini adalah pertarungan dua generasi, dua gaya bertarung, dan dua ambisi yang sama besarnya. UFC tentu akan mengemasnya sebagai salah satu laga terbesar dalam sejarah organisasi.
Untuk saat ini, para penggemar hanya bisa menunggu. Tapi satu hal yang pasti: jika Makhachev benar-benar serius naik kelas, nama Rakhmonov adalah ujian sebenarnya yang tidak bisa dihindarinya.