BANDA ACEH — Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan bahwa tidak ada pihak yang boleh diposisikan sebagai lawan di dalam tubuh partai pasca kontestasi Musyawarah Daerah (Musda) VI Demokrat Aceh. Ia meminta kandidat yang kelak terpilih mampu merangkul semua kader, termasuk mereka yang berseberangan pilihan.
“Yang terpilih bisa merangkul, yang belum terpilih juga bisa memberikan dukungan penuh. Sejatinya kita berada dalam tim yang sama,” ujar AHY saat memberikan arahan di hadapan peserta Musda, Rabu (19/8/2026).
Dua Kandidat Bertarung, AHY Hormati Mekanisme Partai
Musda VI kali ini mempertemukan dua kandidat calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh. AHY mengaku menghormati mekanisme yang berjalan dan menilai perbedaan pilihan dalam Musda justru menjadi bagian dari proses memperkuat organisasi sebelum menghadapi persaingan politik yang sesungguhnya.
“Saya tahu malam hari ini akan menjadi kontestasi antara dua calon ketua DPD. Saya respect, saya hormat terhadap mekanisme yang telah dijalankan,” kata AHY.
Menurut AHY, kader yang kalah dalam pemilihan harus legawa dan mendukung penuh kepemimpinan baru. Sebaliknya, pemenang tidak boleh berpuas diri dan wajib merangkul semua elemen demi soliditas partai.
Instruksi Setelah Musda: Turun ke Akar Rumput
Setelah konsolidasi internal selesai, AHY meminta kader Demokrat Aceh untuk tidak berhenti dan segera memperkuat kerja politik di tingkat akar rumput. Ia menginstruksikan para kader hadir langsung di tengah masyarakat dan peka terhadap persoalan warga, terutama yang menyangkut ekonomi, lapangan pekerjaan, hingga daya beli.
“Kita tidak boleh kalah semangat, kita tidak boleh kalah dalam strategi. Termasuk kita berupaya agar bisa tepat membangun narasi dalam bersosialisasi dengan masyarakat yang ada di akar rumput,” tegasnya.
AHY menilai kemenangan politik tidak cukup dibangun melalui struktur partai semata. Demokrat harus mampu memenangkan hati dan pikiran masyarakat dengan menghadirkan kepedulian sekaligus solusi atas persoalan yang mereka hadapi.
Pendidikan Politik Jadi Prioritas Penguatan Kader
Selain kerja lapangan, AHY meminta Demokrat Aceh meningkatkan kualitas kader melalui pendidikan politik, pelatihan, dan pengembangan wawasan. Ia menilai militansi saja tidak cukup tanpa kapasitas intelektual dan moral yang mumpuni.
“Kita perkuat sumber daya manusia Partai Demokrat melalui pendidikan politik, melalui pelatihan, dan menambah wawasan,” ujarnya.
AHY berharap Musda VI menjadi titik konsolidasi untuk memperkuat Demokrat Aceh menghadapi agenda politik mendatang. Ia mengingatkan seluruh kader untuk menerima hasil Musda dan kembali bekerja dalam satu barisan.
“Jika kita berikhtiar, bekerja keras dengan cara yang baik, seperti yang diajarkan oleh Bapak SBY, tidak ada badai yang tidak bisa kita lalui,” pungkas AHY.