Pencarian

BI Aceh Gandeng 5 Kelompok Tani di Aceh Barat Kembangkan Cabai Merah untuk Jaga Inflasi

Minggu, 23 Agustus 2026 • 15:08:02 WIB
BI Aceh Gandeng 5 Kelompok Tani di Aceh Barat Kembangkan Cabai Merah untuk Jaga Inflasi
Bank Indonesia Aceh bersama Pemkab Aceh Barat menggandeng lima kelompok tani untuk mengembangkan cabai merah di Aceh Barat.

MEULABOH — Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menginisiasi program pengembangan cabai merah yang melibatkan lima kelompok tani binaan. Kelima kelompok tersebut adalah Sabee Hatee, Hudep Beusaree, Usaha Bersama, Rezeki Tani, dan Alue Bak Jok.

Langkah ini diambil untuk merespons gejolak harga cabai yang selama ini menjadi penyumbang inflasi tahunan di Aceh Besar. Lonjakan harga dan tersendatnya pasokan membuat angka inflasi di daerah tersebut sulit dikendalikan.

Petani Dibekali Teknik Budidaya Modern

Para petani tidak hanya diajak menanam, tetapi juga dilatih membaca unsur hara tanah menggunakan alat bernama Jinawi. Pendekatan ini bertujuan agar penggunaan pupuk lebih efisien dan tepat sasaran, tidak lagi ditebar secara asal-asalan.

Pendampingan juga mencakup pemahaman tentang hama, penyakit tanaman, hingga manajemen keuangan usaha tani. Hafrizal, praktisi budidaya cabai merah, menegaskan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan petani harus kembali dalam bentuk hasil panen yang sehat. Ia didampingi Andi Hidayat, konsultan pertanian Bank Indonesia.

Komitmen Bersama untuk Produktivitas

Kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama. Para petani berjanji untuk mencatat keuangan dengan tertib, mendokumentasikan perkembangan budidaya, dan menjalankan rekomendasi teknis secara disiplin.

Komitmen ini menjadi kontrak moral bahwa setiap bantuan yang diberikan harus berujung pada peningkatan produktivitas, bukan sekadar angka di atas kertas.

Target: Sentra Cabai Merah yang Kompetitif

Musthafa Umar, Asisten Analis BI Aceh, menaruh harapan besar pada sinergi ini. Ia menyebut program tersebut dirancang untuk jangka panjang, bukan hanya untuk hari ini.

“Sinergi ini bukan hanya untuk hari ini. Kami ingin Aceh Barat tumbuh sebagai sentra cabai merah yang kompetitif, menopang ketahanan pangan, sekaligus menjaga inflasi tetap terkendali,” ujarnya.

Filosofi ekonomi di balik program ini sederhana: stabilitas harga lahir dari tangan-tangan terampil dan tanah yang diolah dengan ilmu. Dengan pendampingan ini, Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan petani tengah membangun benteng pertahanan ekonomi dari sektor pangan.

Follow redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: waspada.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks