PIDIE JAYA — Program pemulihan layanan kesehatan pascabencana di Pidie Jaya menyasar lebih dari sekadar gedung fasilitas. Sebanyak 20 set Antropometri Kit resmi diserahkan ke 20 gampong agar Posyandu kembali berfungsi mengukur pertumbuhan balita. Penyerahan berlangsung di kantor Dinas Kesehatan dan KB Pidie Jaya.
Antropometri Kit adalah perangkat pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan yang dipakai kader Posyandu untuk mendeteksi dini risiko stunting. Selama ini banyak Posyandu di Pidie Jaya kehilangan alat tersebut akibat bencana.
Intervensi Tak Berhenti di Pengadaan Alat
LKC Dompet Dhuafa Aceh menjalankan sejumlah program pendampingan di dua gampong percontohan. Di Gampong Meunasah Lhok, tim memperkuat Pos Sehat KIA-PTM, memugar Polindes, dan mendampingi kader kesehatan desa.
Sementara di Gampong Meunasah Mancang, lembaga itu menjalankan Program Sehat Sanitasi (SEHATI) lewat rehabilitasi jamban bagi warga rentan. Sanitasi buruk selama masa pemulihan berisiko memperparah penyakit infeksi pada anak.
38 Bidan Desa dan Kader Ikut Pelatihan Gizi
Penguatan kapasitas menyertai penyaluran alat. Sebanyak 38 bidan desa, kader Posyandu, dan kader remaja mengikuti seminar gizi seimbang berbasis pangan lokal serta workshop penggunaan Antropometri Kit.
Pelatihan itu penting karena akurasi pengukuran menentukan ketepatan intervensi gizi. Kader yang terlatih bisa membedakan anak berisiko stunting dari yang sekadar bertubuh kecil.
Kepala Dinkes Pidie Jaya Sebut Kader Jadi Kunci
Kepala Dinas Kesehatan dan KB Pidie Jaya, Eddy Azwar, menyatakan penguatan sarana dan kapasitas kader penting untuk menjaga pelayanan Posyandu. Menurut dia, pemantauan pertumbuhan dan status gizi anak harus berjalan tanpa henti meski daerah baru dilanda bencana.
Kepala Wilayah LKC Dompet Dhuafa Aceh, Arfan Ramadhan, menekankan pemulihan pascabencana perlu memperkuat sistem layanan yang sudah hidup di masyarakat.
"Walau saat ini kami hanya mampu mendampingi satu gampong, semoga dengan dukungan pengadaan antropometri untuk 20 desa ini bisa meningkatkan daya juang kader kesehatan desa lainnya," ujarnya.
Layanan Kesehatan Diminta Berjalan Berkelanjutan
LKC Dompet Dhuafa Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya mendorong penguatan Posyandu, kapasitas kader, sanitasi, serta pemantauan status gizi anak. Sasaran akhirnya: layanan kesehatan masyarakat kembali berjalan secara berkelanjutan, bukan hanya saat masa tanggap darurat.
Dengan 20 gampong penerima alat, jangkauan pemantauan gizi di Pidie Jaya bertambah luas. Kader kini punya perangkat memadai untuk menimbang dan mengukur anak secara rutin setiap bulan.