ACEH — Laporan PATA dan Euromonitor International edisi September 2026 mencatat 25 persen wisatawan Gen Z di Asia Pasifik menempatkan value for money sebagai pertimbangan utama dalam perjalanan. Kelompok ini juga menyumbang hampir seperempat total belanja sektor perjalanan kawasan. Pertimbangannya kini meluas ke jadwal penerbangan, rute, metode pembayaran, hingga ketentuan perubahan tiket.
Survei Pacific Asia Travel Association (PATA) bersama Euromonitor International dalam laporan Tourism in Focus edisi September 2026 memetakan pergeseran cara generasi muda merencanakan liburan. Bagi wisatawan Gen Z di Asia Pasifik, tiket murah bukan lagi faktor penentu tunggal. Mereka menimbang jadwal, rute alternatif, kemudahan transaksi, dan fleksibilitas perubahan rencana sebelum menekan tombol bayar.
Airpaz menyebut kebutuhan itu sebagai alasan platformnya melebarkan kanal pembayaran. Chief of Partnership Airpaz Wesley Wijaya menilai kebiasaan transaksi harian wisatawan menentukan kenyamanan di tahap akhir pemesanan.
"Setiap pasar memiliki kebiasaan pembayaran yang berbeda, meski tujuan perjalanan yang dicari bisa saja sama," kata Wesley dalam keterangan resminya.
"Menyediakan metode pembayaran yang familiar membantu membuat langkah akhir saat booking terasa lebih simple, karena sudah terbiasa dilakukan pada transaksi sehari-hari," imbuhnya.
Transaksi Digital Indonesia Jadi Konteks
Data Bank Indonesia memperkuat gambaran tersebut. Volume transaksi pembayaran digital mencapai 6,11 miliar transaksi pada Agustus 2026, tumbuh 40,36 persen secara tahunan. Transaksi mobile banking pada periode sama naik 47,08 persen, sementara QRIS melesat 67,22 persen dibanding Agustus tahun sebelumnya.
Angka-angka itu menjelaskan mengapa ketersediaan metode pembayaran lokal menjadi pertimbangan tersendiri saat memilih platform perjalanan. Wisatawan cenderung memakai saluran yang sudah akrab di dompet digital mereka ketimbang terpaku pada satu metode.
Lebih dari 100 Metode Pembayaran
Airpaz mengklaim mendukung lebih dari 100 metode pembayaran, 61 mata uang, dan 38 bahasa. Platform ini juga menyediakan akses ke lebih dari 450 maskapai dan 600 ribu rute penerbangan, dari domestik seperti Jakarta–Bali dan Lombok–Bali hingga internasional seperti Jakarta–Kuala Lumpur.
Ragam rute itu memungkinkan wisatawan membandingkan alternatif penerbangan sebelum menentukan tiket sesuai anggaran. Wesley menegaskan kenyamanan tidak berhenti di perbandingan harga.
"Kenyamanan bukan hanya soal membandingkan harga tiket," ujarnya. "Yang tidak kalah penting adalah bagaimana sebuah platform mendukung pengguna sepanjang proses booking, mulai dari melihat pilihan rute dan jadwal hingga menyelesaikan transaksi dengan cara yang sudah familiar di kehidupan sehari-hari."
Ia menambahkan dukungan customer support dan pilihan asuransi perjalanan memberi rasa tenang ketika rencana berubah.
Periksa Ketentuan Tiket Sebelum Bayar
Kebijakan perubahan jadwal dan pengembalian dana berbeda menurut maskapai, jenis tarif, serta syarat pemesanan. Memahami aturan itu sejak awal membantu wisatawan mengetahui opsi yang tersedia bila rencana perjalanan bergeser.
Airpaz menyediakan opsi reschedule dan refund sesuai ketentuan berlaku, plus layanan live chat 24 jam setiap hari. Sebelum membayar, wisatawan disarankan memeriksa metode transaksi yang tersedia, ketentuan perubahan jadwal, persyaratan pengembalian dana, dan manfaat asuransi perjalanan bila memilih perlindungan tambahan.
Tips Merencanakan Liburan ala Gen Z
- Bandingkan minimal tiga alternatif rute dan jadwal sebelum memilih tiket, bukan hanya harga termurah.
- Gunakan metode pembayaran yang sudah biasa dipakai sehari-hari agar proses transaksi lebih cepat dan minim kendala.
- Cek kebijakan reschedule dan refund sejak awal, terutama untuk perjalanan yang melibatkan penerbangan lanjutan.
- Pertimbangkan asuransi perjalanan bila jadwal liburan rentan berubah.
- Manfaatkan layanan live chat platform untuk mengonfirmasi detail pemesanan sebelum transaksi selesai.
Bagi traveler yang merencanakan liburan keluarga maupun solo, pola pikir Gen Z ini layak diadopsi. Nilai sebuah perjalanan tidak hanya diukur dari harga tiket, tetapi juga dari seberapa lancar proses pemesanan dan seberapa aman rencana ketika terjadi perubahan.