ACEH SELATAN — Fatayuddin datang bersama sejumlah pengurus PGRI Kabupaten Aceh Selatan untuk mendampingi Devina Hafisah, istri Bupati Aceh Selatan H Mirwan MS, dalam acara pelantikan di Aula Dinas Pendidikan Aceh. Devina resmi menyandang gelar Ibunda Guru untuk kabupaten penghasil pala tersebut. Acara yang sama juga mengukuhkan para istri bupati dan wali kota dari 23 kabupaten/kota se-Aceh.
Pelantikan dipimpin langsung Ibunda Guru Aceh Marlina Usman, istri Gubernur Aceh Tgk Muzakir Manaf. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Selatan M Najur, yang juga menjabat Wakil Ketua PGRI Provinsi Aceh. Plt Sekda Aceh, Asisten Pemerintahan, Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Pj Wali Kota Sabang, dan Bupati Aceh Tamiang masuk dalam daftar tamu undangan.
Bukan Sekadar Simbol Kehormatan
Marlina menegaskan gelar Ibunda Guru membawa amanah dan tanggung jawab sosial, bukan hanya simbol kehormatan. Menurutnya, posisi itu bertugas mendukung perjuangan para pendidik, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan guru di seluruh Aceh.
"Selamat dan terima kasih atas kesediaan ibu-ibu semua sebagai Ibunda Guru di daerah masing-masing. Kami percaya amanah ini akan meneguhkan semangat kita dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan para guru," kata Marlina.
Ibunda Guru juga diarahkan mendampingi PGRI Aceh dalam memajukan dunia pendidikan, mulai dari peningkatan kesejahteraan, profesionalisme, hingga pelindungan hukum bagi pendidik dan tenaga kependidikan. Peran lain yang diemban adalah menyelaraskan visi, misi, dan program kerja pendidikan Pemerintah Aceh bersama PGRI di tingkat kabupaten/kota.
"Ibunda Guru juga bertugas mendukung penguatan program pemberdayaan tenaga pendidik, khususnya guru perempuan, serta mendorong kemandirian dan peningkatan literasi bagi para guru," ujar Marlina.
Sepuluh Program yang Ingin Diakomodasi di Aceh Selatan
Ketua PGRI Provinsi Aceh Al Munzir menilai pelantikan 23 Ibunda Guru menjadi bukti kepedulian terhadap insan pendidik di provinsi tersebut. Ia berharap kemitraan antara PGRI di provinsi dan kabupaten/kota berjalan baik, terutama dalam memperjuangkan kesejahteraan dan perlindungan guru.
"Dengan dilantiknya sekaligus pengukuhan Ibunda Guru, semoga PGRI Provinsi Aceh bisa menjalin kerja sama dan kemitraan baik di provinsi maupun di kabupaten/kota dalam peningkatan kualitas pendidikan dan yang lebih utama memperjuangkan kesejahteraan guru serta memberikan perlindungan terhadap guru," ungkap Munzir.
Di Aceh Selatan, Fatayuddin menyebut pengukuhan Devina bukan acara seremonial semata. Ia berharap istri bupati itu bisa menjembatani guru dengan pemerintah daerah, terutama untuk memperhatikan perjuangan kesejahteraan guru di Negeri Tuan Tapa.
"Dengan dilantiknya Devina Hafisah yang juga istri Bupati Aceh Selatan sebagai Ibunda Guru di daerah penghasil pala ini, semoga dapat terjalin kerja sama untuk menjembatani antara guru dengan pemerintah daerah dan sama-sama memperhatikan perjuangan kesejahteraan guru di Negeri Tuan Tapa," pinta Fatayuddin.
PGRI Aceh Selatan mendorong sejumlah program agar diakomodasi Ibunda Guru. Daftarnya mencakup peningkatan kompetensi guru, penguatan literasi dan numerasi, pendidikan karakter, perlindungan dan kesejahteraan guru, motivasi dan apresiasi guru, digitalisasi pendidikan, kemitraan pendidikan, pemberdayaan guru perempuan, pendidikan inklusif untuk pemerataan, serta pelestarian budaya dan kearifan lokal.
"Semua program itu antara PGRI Kabupaten Aceh Selatan dan Ibunda Guru harus bersinergi dan menjalin kemitraan dengan baik," imbuh Fatayuddin.
Fatayuddin menyampaikan keterangan tersebut kepada media pada Minggu (25/10), sehari setelah pelantikan berlangsung.