ACEH — BPI Danantara menyiapkan dana tambahan untuk pasar saham domestik dengan nilai hampir setara seluruh investasi yang sudah direalisasikan sejauh ini. Langkah itu diambil setelah tekanan pasar akibat catatan MSCI menekan IHSG, dan Danantara mulai memborong saham BUMN sejak 21 Oktober 2026.
Direktur Utama BPI Danantara belum membuka angka pasti nilai investasi yang sudah masuk maupun alokasi dana baru. Namun Managing Director Global Relations & Communications BPI Danantara, Pahala Mansury, memastikan komitmen penempatan modal dalam jumlah signifikan di pasar modal dalam negeri.
Pernyataan itu disampaikan Pahala dalam konferensi pers News Asia Forum di Wisma Danantara, Kamis (22/10/2026). Ia menegaskan Danantara tidak melakukan pemilihan saham secara langsung, melainkan menyerahkan pengelolaan ke manajer investasi profesional.
Nilai Dana Tambahan Hampir Setara Investasi Sebelumnya
Pahala menyebut dana yang akan digelontorkan "almost similar" atau kurang lebih serupa dengan jumlah dana yang telah diinvestasikan Danantara selama ini. Angka pastinya masih dirahasiakan.
Pola kerja sama dengan mitra profesional tidak hanya berlaku di pasar saham. Danantara juga menerapkannya pada investasi tidak langsung di sektor ekuitas swasta (private equity) dan kredit swasta (private credit).
Proses seleksi mitra dilakukan lewat uji tuntas yang mencakup rekam jejak, portofolio, pengalaman, hingga proses pengambilan keputusan investasi. "Kita melakukan proses due diligence terhadap para mitra tersebut. Bagaimana rekam jejak investasi mereka selama ini, seperti apa eksposurnya, pengalamannya, hingga bagaimana proses mereka mengambil keputusan investasi," jelas Pahala.
Danantara Mulai Borong Saham BUMN
Danantara mulai membeli saham-saham BUMN di pasar modal Indonesia pada Rabu (21/10/2026) dan Kamis (22/10/2026). Langkah ini diambil karena valuasi emiten pelat merah dinilai makin menarik di tengah prospek pertumbuhan yang baik.
Akumulasi pembelian dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan fundamental perusahaan serta potensi imbal hasil. Chief Investment Officer Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menyatakan pihaknya terus menambah posisi selama harga dinilai menarik.
"Dari kemarin, hari ini, kita sudah mulai beli saham-saham yang ada yang kami lihat menarik. Kita terus selama harga menarik, dengan prospek yang baik," ujar Pandu di Wisma Danantara, Kamis (22/10/2026).
Fundamental Emiten Pelat Merah Jadi Pertimbangan
Pandu menilai saham BUMN memiliki fundamental dan prospek pertumbuhan yang kuat. Menurut dia, keseimbangan risiko dan potensi imbal hasil (risk-reward) saat ini berada di posisi menarik bagi Danantara untuk masuk.
"Prospek-prospek secara fundamental perusahaan-perusahaan yang ada di pasar modal Indonesia, apalagi yang merupakan BUMN, memang sangat menarik," ujar Pandu.
Danantara akan terus mencermati kondisi pasar dan kekuatan fundamental perusahaan sebelum menambah portofolio. Strategi itu diterapkan demi menjaga potensi keuntungan dengan tetap memperhitungkan dinamika risiko pasar.
Langkah Danantara menjadi sinyal penting bagi pasar modal domestik yang tengah menahan tekanan pasca-catatan MSCI. Kehadiran dana negara di pasar saham berpotensi menopang IHSG sekaligus memperkuat valuasi emiten BUMN di mata investor.