ACEH — PT PLN (Persero) resmi menggabungkan PT PLN Electricity Services dan PT PLN Nusa Daya menjadi subholding baru bernama PLN Services, Minggu (25/10/2026). Langkah ini merupakan bagian dari perampingan BUMN yang diarahkan Presiden Prabowo melalui Danantara Asset Management. Direksi memastikan tidak ada pemutusan hubungan kerja dalam proses penggabungan tersebut.
Direktur Utama PLN Suroso Isnandar menyatakan penggabungan dua anak usaha yang bergerak di bidang operation and maintenance (O&M) itu sebagai langkah strategis memperkuat sinergi di lingkungan PLN Group. Menurut dia, perampingan struktur bisnis ini meniru arahan yang disampaikan Presiden Prabowo melalui Danantara Asset Management.
"Ini adalah bukti implementasi nyata dari arahan yang disampaikan oleh Bapak Presiden Prabowo melalui Danantara Asset Management, di mana kita akan merampingkan BUMN-BUMN yang ada," kata Suroso, Minggu (25/10/2026).
Dua Pilar Bisnis PLN Services
Setelah penggabungan, PLN Services akan menjalankan dua pilar usaha. Pilar pertama, Generation Services, berfokus pada operasi, pemeliharaan, dan perbaikan pembangkit listrik, termasuk penyediaan suku cadang.
Pilar kedua, Business Enablement Services, mencakup layanan penunjang operasional seperti penyediaan tenaga kerja, pengamanan, dan pengelolaan fasilitas. Dua pilar ini menyatukan pengalaman, kompetensi, sumber daya, serta jaringan layanan yang sebelumnya dimiliki PLN ES dan PLN ND.
Jaminan bagi Karyawan
Suroso memastikan merger tidak disertai pemutusan hubungan kerja. Seluruh pegawai dialihkan ke struktur baru tanpa pengurangan status maupun hak yang melekat.
"Tidak ada yang ditinggalkan," ujarnya.
Jaminan tersebut menjadi penting di tengah kekhawatiran karyawan anak usaha BUMN soal efisiensi yang kerap berujung pada rasionalisasi tenaga kerja. PLN memilih jalur integrasi sumber daya manusia ketimbang pengurangan.
Dampak ke Layanan Listrik
Melalui integrasi ini, PLN Group menargetkan peningkatan kualitas layanan sekaligus penguatan keandalan operasional pembangkitan, transmisi, dan distribusi listrik. PLN Services diproyeksikan menjadi ujung tombak layanan PLN kepada masyarakat.
Bagi pelanggan rumah tangga dan industri, penggabungan ini berpotensi memangkas jalur koordinasi pemeliharaan jaringan yang selama ini terpisah di dua entitas. Gangguan pasokan listrik yang selama ini ditangani bergantian oleh PLN ES dan PLN ND akan berada di bawah satu komando.
Langkah PLN menyusul gelombang konsolidasi anak usaha BUMN lain di bawah arahan Danantara. Perampingan struktur holding dinilai menjadi salah satu cara menekan biaya operasional sekaligus mempercepat pengambilan keputusan di tingkat grup.