GAYO LUES — Proses pembangunan hunian tetap (huntap) bagi ribuan korban bencana alam di Kabupaten Gayo Lues belum menunjukkan titik terang. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gayo Lues, Muhaimini ST MEc Dev, mengungkapkan bahwa persoalan lahan dan dana masih menjadi ganjalan utama.
“Kita menunggu komitmen Pemerintah Provinsi Aceh. Mereka telah berjanji akan membantu,” tegas Muhaimini, Rabu (20/5/2026).
BPBD Gayo Lues telah mengusulkan pembangunan huntap untuk 3.660 kepala keluarga. Ratusan KK itu tersebar di tujuh kecamatan yang terdampak bencana alam sebelumnya.
Seluruh data calon penerima huntap kini masih dalam proses verifikasi. BPBD memastikan akan terus mengawal proses tersebut agar tepat sasaran.
Muhaimini mengatakan, calon lokasi pembangunan huntap sudah dikirimkan ke pemerintah pusat. Saat ini, proses penentuan lokasi final masih menunggu keputusan dari kementerian terkait.
Untuk memastikan keamanan lahan, BPBD juga melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Langkah ini diambil guna mengantisipasi potensi gempa bumi atau hujan deras di masa mendatang.
“Kami ingin memastikan lahan yang dipilih tidak rawan bencana susulan,” ujar Muhaimini.
Belum ada kepastian jadwal kapan pembangunan huntap akan dimulai. BPBD Gayo Lues masih menunggu realisasi komitmen dari Pemerintah Provinsi Aceh dan keputusan dari pemerintah pusat.
Para korban bencana di tujuh kecamatan pun masih menanti kepastian tempat tinggal yang layak dan aman. Proses verifikasi data dan kajian lahan diharapkan segera rampung agar pembangunan bisa segera terealisasi.