BPBD Gayo Lues Masih Menanti Komitmen Pemprov Aceh untuk Membangun 3.660 Huntap Korban Bencana

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Rabu, 20 Mei 2026 | 16:55:05 WIB
BPBD Gayo Lues masih menunggu komitmen Pemerintah Provinsi Aceh untuk pembangunan 3.660 huntap korban bencana.

GAYO LUES — Proses pembangunan hunian tetap (huntap) bagi ribuan korban bencana alam di Kabupaten Gayo Lues belum menunjukkan titik terang. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gayo Lues, Muhaimini ST MEc Dev, mengungkapkan bahwa persoalan lahan dan dana masih menjadi ganjalan utama.

“Kita menunggu komitmen Pemerintah Provinsi Aceh. Mereka telah berjanji akan membantu,” tegas Muhaimini, Rabu (20/5/2026).

3.660 KK Tersebar di Tujuh Kecamatan

BPBD Gayo Lues telah mengusulkan pembangunan huntap untuk 3.660 kepala keluarga. Ratusan KK itu tersebar di tujuh kecamatan yang terdampak bencana alam sebelumnya.

Seluruh data calon penerima huntap kini masih dalam proses verifikasi. BPBD memastikan akan terus mengawal proses tersebut agar tepat sasaran.

Lokasi Calon Huntap Sudah Dikirim ke Pusat

Muhaimini mengatakan, calon lokasi pembangunan huntap sudah dikirimkan ke pemerintah pusat. Saat ini, proses penentuan lokasi final masih menunggu keputusan dari kementerian terkait.

Untuk memastikan keamanan lahan, BPBD juga melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Langkah ini diambil guna mengantisipasi potensi gempa bumi atau hujan deras di masa mendatang.

“Kami ingin memastikan lahan yang dipilih tidak rawan bencana susulan,” ujar Muhaimini.

Kapan Huntap Mulai Dibangun?

Belum ada kepastian jadwal kapan pembangunan huntap akan dimulai. BPBD Gayo Lues masih menunggu realisasi komitmen dari Pemerintah Provinsi Aceh dan keputusan dari pemerintah pusat.

Para korban bencana di tujuh kecamatan pun masih menanti kepastian tempat tinggal yang layak dan aman. Proses verifikasi data dan kajian lahan diharapkan segera rampung agar pembangunan bisa segera terealisasi.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: halaman7.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top