Bupati Bireuen Serahkan Santunan JKM BPJS Rp 267 Juta ke Tiga Ahli Waris, Termasuk Beasiswa Anak Rp 141 Juta

Penulis: Alfian Batubara  •  Selasa, 23 Juni 2026 | 13:42:01 WIB
Bupati Bireuen menyerahkan santunan JKM BPJS sebesar Rp 267 juta kepada tiga ahli waris secara simbolis.

BIREUEN — Tiga keluarga di Kabupaten Bireuen mendapat kepastian perlindungan sosial setelah Bupati Mukhlis menyerahkan santunan JKM BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis, Senin (22/6/2026). Total dana yang digelontorkan mencapai Rp 267 juta, mencakup santunan kematian dan beasiswa pendidikan anak.

Santunan Terbesar untuk Keluarga Pekerja PUPR: Rp 215 Juta

Darmayanti, ahli waris almarhum Azhari yang bertugas sebagai tenaga non-ASN di Dinas PUPR Bireuen, menerima santunan JKM sebesar Rp 74 juta. Tambahan beasiswa untuk dua orang anak senilai Rp 141 juta membuat total penerimaan keluarganya menjadi Rp 215 juta.

Bupati Mukhlis menyatakan beasiswa tersebut dapat digunakan hingga jenjang perguruan tinggi. “Santunan ini memastikan anak-anak peserta yang meninggal tetap punya kesempatan melanjutkan pendidikan,” ujarnya dalam sambutan.

Dua Ahli Waris Lain: Dari Tuha Peut Gampong dan Pekerja Sawit

Usna Dirawati, istri almarhum Imam Hartono yang menjabat Tuha Peut Gampong Beunyot, Kecamatan Juli, menerima santunan Rp 42 juta. Sementara Mutia, ahli waris Hanafiah Ibrahim—seorang pekerja rentan di sektor sawit yang terdaftar lewat program DBH Sawit—mendapatkan Rp 10 juta.

Ketiga almarhum tercatat sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dengan status kepesertaan berbeda: non-ASN, aparatur gampong, dan pekerja rentan.

Pemkab Targetkan 900 Pekerja Rentan Terlindungi BPJS

Di lokasi yang sama, Bupati Mukhlis juga menyerahkan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada dua pekerja rentan, Muhammad Ridwan dan M. Yusuf Putih. Keduanya didaftarkan melalui pendanaan DBH Sawit.

Pemerintah Kabupaten Bireuen saat ini menargetkan 900 pekerja rentan—termasuk petani sawit, buruh harian, dan tenaga non-ASN—memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. “Semakin banyak peserta aktif, semakin besar perlindungan terhadap risiko kerja dan kematian,” tegas Bupati Mukhlis.

Program ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit. Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Camat Juli, serta Keuchik Gampong Pante Baro turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: komparatif.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top