BANDA ACEH — Tim Rimueng Nanggroe, yang beranggotakan enam mahasiswa terbaik dari Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Syiah Kuala (USK), telah memulai perjalanan menuju Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Mereka akan berlaga di Depati Amir Mining Competition V (DAMC V), sebuah kompetisi pertambangan tahunan yang digelar oleh Universitas Bangka Belitung.
Tim ini dipimpin oleh Raisha Nadya sebagai manajer. Lima anggota lainnya yang akan bertanding adalah Iqlal Hamdi, T. Syafama Adha, M. Tri Sulthan Nurrahman, Muhammad Nabil, dan Risky Ramadhan. Mereka telah menjalani persiapan intensif selama beberapa bulan terakhir, termasuk latihan, simulasi perlombaan, dan diskusi teknis.
Selama kompetisi berlangsung, para mahasiswa akan mengikuti sembilan kategori perlombaan yang menguji ketelitian, kecepatan, kemampuan analisis, serta kerja sama tim. Adapun cabang yang dipertandingkan meliputi:
Dosen pembimbing tim, Febi Mutia, menilai DAMC V menjadi ruang pembelajaran penting bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam tantangan nyata di bidang pertambangan.
"Kami percaya bahwa setiap proses latihan yang telah dilalui akan menjadi bekal penting saat bertanding. Target kami tentu memberikan penampilan terbaik di setiap cabang lomba," ujar Febi Mutia.
Lebih dari sekadar mengejar medali, Febi menekankan bahwa pengalaman, jejaring, dan kepercayaan diri yang didapat mahasiswa merupakan bekal berharga sebagai calon profesional di industri pertambangan. Ia juga memohon doa dan dukungan dari seluruh sivitas akademika serta masyarakat Aceh.
Koordinator Program Studi Teknik Pertambangan USK, Haqul Baramsyah, menegaskan bahwa partisipasi mahasiswa dalam kompetisi nasional merupakan bagian dari upaya membangun budaya akademik yang unggul dan kompetitif.
"Kami sangat mengapresiasi semangat dan dedikasi mahasiswa yang telah mempersiapkan diri untuk mengikuti DAMC V. Kompetisi ini menjadi wadah untuk menunjukkan kualitas lulusan Teknik Pertambangan USK di tingkat nasional," kata Haqul Baramsyah.
Ia berharap Tim Rimueng Nanggroe mampu tampil maksimal, meraih medali pada cabang-cabang yang dipertandingkan, serta membawa pulang kebanggaan bagi universitas dan Aceh. Dukungan penuh terus mengalir dari keluarga besar Program Studi Teknik Pertambangan USK.
Dengan persiapan yang matang dan semangat pantang menyerah, Tim Rimueng Nanggroe optimistis mampu memberikan performa terbaik selama kompetisi berlangsung dan mengharumkan nama USK di tingkat nasional.