LHOKSEUMAWE — Beton keropos di area expansion joint menjadi penyebab kerusakan lokal pada lantai segmental Jembatan Panton Labu di Kabupaten Aceh Utara. Tim teknis Bina Marga telah turun ke lapangan untuk melakukan asesmen dan perbaikan dengan metode beton fast track agar gangguan lalu lintas bisa diminimalkan.
Laporan dari Dirjen Bina Marga, Dr. Ir. Roy Rizali Anwar, S.T., M.T., diterima Safrizal pada Senin (22/6/2026). Kerusakan disebutkan tidak mengganggu fungsi utama jembatan tipe RBA yang dibangun pada 1992 itu. Jembatan dengan panjang bentang 93 meter dan lebar 9,1 meter ini masih beroperasi normal selama proses perbaikan berlangsung.
Metode beton fast track dipilih agar perbaikan bisa rampung lebih cepat. Langkah ini juga untuk mencegah kerusakan meluas ke bagian struktur lainnya. Safrizal menegaskan, respons cepat dari Bina Marga menunjukkan komitmen pemerintah menjaga infrastruktur publik di jalur nasional.
"Saya menerima laporan dari Dirjen Bina Marga bahwa telah terjadi kerusakan lokal pada bagian lantai segmental jembatan akibat beton yang mengalami keropos di area expansion joint. Saat ini penanganan sudah dilakukan oleh tim teknis Bina Marga," ujar Safrizal.
Jembatan Panton Labu merupakan simpul transportasi penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di kawasan pantai utara Aceh. Safrizal menyebut percepatan penanganan menjadi prioritas agar aktivitas ekonomi dan distribusi barang tidak terganggu.
"Kami mengapresiasi langkah cepat Bina Marga. Yang terpenting saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat serta menjaga agar aktivitas ekonomi dan distribusi barang tetap berjalan dengan baik," kata Safrizal.
Pemerintah terus memantau proses perbaikan hingga jembatan beroperasi optimal. Masyarakat diminta mematuhi pengaturan lalu lintas yang diberlakukan selama masa penanganan.