Bandara SIM Aceh Kembali Layani Penerbangan Umrah Langsung ke Arab Saudi, 395 Jemaah Diberangkatkan Perdana

Penulis: Jonatan Nasution  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 17:09:31 WIB
jemaah umrah Aceh diberangkatkan langsung dari Bandara SIM ke Arab Saudi menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

BANDA ACEH — Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) di Aceh Besar kembali mengoperasikan penerbangan langsung umrah ke Arab Saudi. Layanan ini diresmikan dengan pemberangkatan 395 jemaah pada Senin (29/6/2026).

Penerbangan perdana itu menggunakan pesawat Boeing 777-300ER milik Garuda Indonesia. Maskapai nasional dijadwalkan melayani rute ini satu kali setiap pekan dari Bandara SIM menuju Arab Saudi.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, menyatakan komitmen pemerintah provinsi menjaga keberlanjutan layanan ini. Menurutnya, penerbangan langsung memudahkan masyarakat Aceh menunaikan ibadah umrah tanpa perlu transit di kota lain.

Target Jadi Pusat Penerbangan Umrah Nasional

Pemerintah Aceh mendorong Bandara SIM menjadi pusat penerbangan umrah dan haji dari Indonesia. Program Center of Umroh tengah dikembangkan untuk mewujudkan target tersebut.

"Pemprov Aceh terus berupaya agar penerbangan umrah langsung dari Banda Aceh tetap tersedia sehingga masyarakat dapat berangkat ke Tanah Suci dengan lebih mudah," kata Teuku Faisal saat menghadiri pelepasan penerbangan umrah perdana.

Dukungan Penuh Gubernur dan Stakeholder

Teuku Faisal menyebut perhatian Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh terhadap keberlangsungan penerbangan ini cukup besar. Pemerintah Aceh mengapresiasi Garuda Indonesia dan biro perjalanan umrah yang mendukung terealisasinya layanan tersebut.

Penerbangan perdana dilepas oleh Gubernur Aceh yang diwakili Sekretaris Dinas Syariat Islam Aceh, Marzuki, di ruang tunggu internasional Bandara SIM. Acara juga dihadiri para pemangku kepentingan yang beroperasi di bandara setempat.

395 Jemaah Berangkat Tanpa Transit

Dengan adanya direct flight ini, jemaah umrah asal Aceh tidak perlu lagi terbang ke Jakarta atau Medan terlebih dahulu. Proses keberangkatan dan kepulangan menjadi lebih singkat dan efisien.

Teuku Faisal berharap penerbangan langsung ini berlangsung secara berkesinambungan. "Ke depan, Bandara SIM ditargetkan menjadi pusat penerbangan umrah maupun haji dari Indonesia," ujarnya.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: dialeksis.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top