BANDA ACEH — Harga emas perhiasan di ibu kota Provinsi Aceh hari ini naik menjadi Rp7.580.000 per mayam atau setara sekitar 3,3 gram. Angka tersebut bertambah Rp20.000 dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya yang berada di level Rp7.560.000 per mayam.
Kenaikan ini belum termasuk ongkos pembuatan. Pembeli masih harus menambah biaya sekitar Rp200.000 per mayam, tergantung pada model dan tingkat kerumitan perhiasan yang dipilih.
Di saat harga emas perhiasan menguat, emas batangan Antam bergerak ke arah sebaliknya. Berdasarkan data di laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam ukuran satu gram turun Rp2.000 menjadi Rp2.633.000 per gram. Harga buyback atau pembelian kembali juga ikut melemah sebesar Rp2.000 ke level Rp2.380.000 per gram.
Situasi berbeda terjadi pada produk logam mulia yang dipasarkan Pegadaian. Harga emas Galeri24 ukuran satu gram justru naik menjadi Rp2.608.000, dari sebelumnya Rp2.587.000 per gram. Sementara itu, emas UBS ukuran satu gram dipasarkan seharga Rp2.620.000, dengan harga buyback berada di level Rp2.438.000.
Pergerakan harga emas yang tidak seragam ini mencerminkan dinamika pasar logam mulia di tingkat lokal. Emas perhiasan di Banda Aceh biasanya dipengaruhi oleh permintaan masyarakat dan biaya produksi, sementara emas batangan Antam lebih terikat pada harga acuan global.
Bagi masyarakat yang ingin berinvestasi, selisih antara harga jual dan buyback emas Antam saat ini mencapai Rp253.000 per gram. Angka ini perlu menjadi pertimbangan sebelum memutuskan membeli emas batangan sebagai instrumen investasi.