SIMEULUE — Sebanyak 541 unit rumah tidak layak huni di Kabupaten Simeulue bakal direhabilitasi tahun ini. Bupati Simeulue Muhammad Nasrun Mikaris menyatakan dana stimulan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan lewat Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI.
"Ratusan rumah yang mendapatkan bantuan stimulan atau untuk rehabilitasi tersebut tersebar di sepuluh kecamatan di Kabupaten Simeulue. Bantuan ini untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat," kata Muhammad Nasrun Mikaris di Simeulue, Kamis.
200 Unit Reguler Sudah Masuk Tahap Pembangunan
Dari total alokasi, sebanyak 200 unit rumah masuk dalam skema reguler. Bupati mengonfirmasi bahwa proses pembangunan untuk kelompok ini sudah memasuki tahap pelaksanaan.
Kelompok kedua juga berjumlah 200 unit. Skema ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI dengan Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan. Saat ini, proses verifikasi lapangan masih berlangsung untuk memastikan calon penerima memenuhi kriteria.
141 Unit dari Usulan Anggota DPR RI, Verifikasi Rampung
Sisanya, sebanyak 141 unit rumah, merupakan usulan dari Anggota DPR RI Irmawan dari Partai Kebangkitan Bangsa. Bupati menyebutkan verifikasi kelayakan di lapangan untuk kelompok ini telah selesai dilaksanakan.
Seluruh pekerjaan perbaikan dan pembangunan rumah dilaksanakan secara swakelola oleh masyarakat. Pemerintah daerah bertugas mengawasi agar pengerjaan sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan.
"Semua pekerjaan perbaikan dan pembangunan rumah tersebut dilaksanakan secara swakelola oleh masyarakat. Pemerintah daerah mengawasinya agar pengerjaan sesuai yang diharapkan," katanya.
Fasilitator Lapangan Awasi Ketat Verifikasi
Untuk memastikan tepat sasaran, proses verifikasi dipantau langsung oleh tenaga fasilitator lapangan. Mereka direkrut oleh Balai Pelaksanaan Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumatera I.
"Semua proses verifikasi dipantau dengan seksama, sehingga penerima bantuan ini benar-benar masyarakat yang layak menerima bantuan," kata Muhammad Nasrun Mikaris.