BANDA ACEH — Tim Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Aceh Besar tak sekadar berkunjung ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh. Mereka datang untuk mempelajari secara langsung bagaimana lembaga ini mengelola Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) dan menghadirkan inovasi pelayanan publik.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan BBPOM Aceh pada Rabu (15/7/2026) itu dikemas dalam format sharing session. Sebanyak 12 peserta dari Tim Kerja MPP Aceh Besar dan Tim Pelayanan Publik BBPOM Aceh terlibat dalam diskusi yang berlangsung interaktif.
Salah satu materi yang menjadi sorotan adalah mekanisme Survei Kepuasan Masyarakat. Ketua Tim Bidang Informasi dan Komunikasi BBPOM Aceh, Desi Ariyanti Ningsih, menegaskan bahwa SKM adalah alat untuk mendengar suara masyarakat.
“SKM bukan sekadar memenuhi kewajiban penilaian, tetapi menjadi sarana bagi kami untuk mendengar suara masyarakat. Setiap masukan yang diberikan menjadi bahan evaluasi dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas, adaptif, dan sesuai dengan harapan masyarakat,” ujar Desi.
Menurutnya, hasil SKM menjadi dasar untuk menyusun langkah perbaikan layanan. BBPOM Aceh juga mengedepankan prinsip mudah diakses, cepat, transparan, dan inklusif dalam setiap layanan yang diberikan.
Desi memaparkan bahwa BBPOM Aceh terus menghadirkan inovasi layanan berbasis digital. Namun, perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, dan masyarakat berkebutuhan khusus.
“Pelayanan publik bukan hanya tentang memberikan layanan, tetapi bagaimana memastikan setiap masyarakat memperoleh pengalaman pelayanan yang mudah, cepat, nyaman, dan setara,” tambah Desi.
Ia menjelaskan bahwa akses pelayanan yang ramah dan tanpa hambatan bagi kelompok rentan menjadi prioritas. Hal ini diwujudkan melalui fasilitas fisik yang mendukung serta alur layanan yang disederhanakan.
Mewakili Tim Kerja MPP Kabupaten Aceh Besar, Nurfaizah menyampaikan apresiasi atas keterbukaan BBPOM Aceh. Ia mengaku banyak mendapatkan praktik baik yang bisa diterapkan di MPP Aceh Besar.
“Banyak praktik baik yang kami peroleh hari ini, mulai dari pengelolaan SKM, inovasi pelayanan, hingga komitmen dalam memberikan pelayanan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Semoga pengalaman ini dapat menjadi referensi bagi kami,” ujar Nurfaizah.
Usai diskusi, rombongan diajak berkeliling ke ruang pelayanan publik dan laboratorium BBPOM Aceh. Para peserta tampak antusias mengikuti penjelasan mengenai alur pelayanan, fasilitas yang disediakan, hingga proses pengujian laboratorium yang menjadi bagian penting dalam pengawasan obat dan makanan.
Berbagai pertanyaan mengalir terkait proses bisnis pelayanan, penerapan standar mutu, hingga inovasi yang diterapkan BBPOM Aceh. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara BBPOM Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar semakin erat dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima.