BANDA ACEH — Mawardi Nur mengucapkan rasa syukur dan berjanji menjalankan amanah barunya sebagai Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dengan penuh integritas. "Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan," kata Mawardi dalam keterangannya yang diterima di Banda Aceh, Rabu.
Pelantikan ini menjadi titik balik bagi BPMA, mengingat Mawardi datang dari latar belakang perusahaan daerah, bukan birokrasi migas. Di bawah kepemimpinannya di PEMA, ia berhasil melakukan transformasi tata kelola dan diversifikasi usaha ke berbagai sektor, mulai dari perdagangan kopi Aceh, pabrik baja ringan, hingga pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan perikanan.
Langkah pertama yang ia canangkan adalah meningkatkan lifting migas dan memastikan efisiensi biaya berjalan ketat. Targetnya jelas: mengoptimalkan penerimaan negara dan daerah dari sektor hulu migas yang selama ini menjadi salah satu penopang utama ekonomi Aceh.
Mawardi juga berkomitmen mempercepat pengembangan ekosistem sumur tua dan sumur migas masyarakat. Langkah ini mengacu pada Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025 yang diharapkan menjadi tambahan produksi migas Aceh dalam waktu dekat.
"Amanah ini akan saya jalankan dengan penuh integritas dan tanggung jawab. Saya siap membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan sektor hulu migas demi kemajuan Aceh," ujarnya.
Fokus berikutnya menyasar keterlibatan pengusaha dan tenaga kerja asal Aceh. Mawardi ingin memperluas partisipasi kontraktor lokal serta SDM Aceh dalam seluruh aktivitas hulu migas, tidak hanya sebagai penonton di daerah sendiri.
"Kami ingin memastikan industri migas tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh melalui investasi, pemberdayaan pelaku usaha lokal, dan peningkatan kualitas SDM," demikian Mawardi.
Langkah ini dinilai krusial mengingat BPMA selama ini bersinggungan langsung dengan perusahaan besar seperti Medco E&P yang tengah mengoptimalkan sumur-sumur di Wilayah Kerja (WK) A untuk menambah produksi gas Aceh. Kehadiran Mawardi diharapkan mampu menjembatani kepentingan industri dengan kebutuhan ekonomi masyarakat lokal.