Bulog Jamin Stok Beras Premium Aman Usai Penarikan Produk Fortifikasi, Harga Mulai Rp 74.500 per 5 Kg

Penulis: Jonatan Nasution  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:21:01 WIB
Direktur Utama Bulog memantau ketersediaan beras premium di ritel modern Jakarta, Rabu (5/8/2026) malam.

ACEH — Kekhawatiran masyarakat akan kelangkaan beras premium terjawab sudah. Di sela-sela penarikan sejumlah merek beras fortifikasi dari peredaran, Bulog bergerak cepat memastikan produknya tetap mengisi rak-rak ritel modern hingga pasar tradisional. Hasil pemantauan langsung di lapangan menunjukkan tidak ada kekosongan stok.

"Malam hari ini sengaja saya beserta tim melaksanakan sidak di salah satu ritel modern yang ada di wilayah Radio Dalam. Kita saksikan bersama masih banyak produk-produk beras-beras premium di sini. Dan beras-beras ini juga masih penuh, tidak ada yang kosong," ujar Rizal di Jakarta, Rabu (5/8/2026) malam.

Harga Jauh di Bawah Merek Lain

Dalam sidak tersebut, Rizal memastikan dua produk andalan Bulog, yakni beras premium merek Punokawan dan Befood Sentra Ramos, tersedia dalam jumlah memadai. Kedua produk ini dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET), yaitu Rp 74.500 untuk kemasan lima kilogram.

Selisihnya cukup mencolok jika dibandingkan kompetitor. Rizal menyebut harga beras premium Bulog terpaut sekitar Rp 20.000 lebih murah dari merek Anak Raja, dan bahkan lebih dari Rp 50.000 di bawah merek Topi Koki yang bisa mencapai Rp 126.000 per lima kilogram. "Itu kan terlalu berat untuk masyarakat, menurut kami," tegasnya.

Perbedaan harga ini bukan tanpa alasan. Bulog menegaskan kehadirannya di pasar adalah untuk menstabilkan harga dan meringankan beban belanja masyarakat, sembari tetap menyediakan pangan dengan kualitas yang baik.

Sidak Serentak di Seluruh Indonesia

Tak hanya di Jakarta, perintah inspeksi serentak telah dikeluarkan untuk seluruh kantor wilayah Bulog. Kota-kota besar seperti Surabaya, Semarang, Bandung, Medan, Riau, hingga Bali diminta melakukan hal yang sama untuk memastikan produk hadir di ritel modern dan pasar rakyat.

"Ini kami laksanakan serentak ini. Di Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, Medan, Riau, Bali, semuanya kita perintahkan untuk mengecek supaya meyakinkan kepada publik bahwa beras premium pemerintah juga hadir di ritel-ritel modern maupun pasar-pasar rakyat," jelas Rizal.

Hasil pemantauan sementara menunjukkan stok aman, bahkan sejumlah ritel melaporkan lonjakan permintaan. Hal ini dinilai sebagai sinyal positif bahwa masyarakat mencari alternatif beras premium yang berkualitas dengan harga masuk akal.

Produksi 300 Ton Per Hari dan Rencana Konversi CBP

Untuk memenuhi kebutuhan nasional, Bulog memproduksi sekitar 300 ton beras premium setiap harinya. Khusus untuk wilayah DKI Jakarta, pasokan yang disiapkan mencapai 21 ton per hari.

Ke depan, perusahaan pelat merah ini juga tengah membahas dengan pemerintah mengenai rencana pengalihan sebagian Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang saat ini tercatat lebih dari 5 juta ton menjadi beras premium. Langkah ini diharapkan mampu menambah pasokan dan semakin menekan harga beras premium di pasaran.

"Kita akan dorong nanti ke depan sesuai dengan rencana pengalihan CBP menjadi beras premium tersebut dengan harapan bisa menekan harga-harga beras yang terlalu tinggi," beber Rizal.

Dengan penguatan distribusi dan pemantauan langsung di lapangan, Bulog berkomitmen menjaga akses pangan berkualitas bagi masyarakat sekaligus mendukung stabilitas harga beras nasional di tengah dinamika pasar yang ada.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top