CALANG — Lahan pertanian baru di Aceh Jaya mulai diolah tahun ini melalui program cetak sawah yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Total luas lahan yang akan digarap mencapai 1.000 hektare dan tersebar di tujuh kecamatan.
Kepala Dinas Pertanian Aceh Jaya, Dailami, mengatakan seluruh lahan yang diusulkan merupakan milik petani setempat dengan status kepemilikan jelas. Lokasinya pun beririsan dengan sawah yang sudah ada, sehingga memudahkan akses irigasi dan pengelolaan.
Kecamatan Indra Jaya menjadi wilayah dengan luasan terbesar mencapai 318 hektare. Menyusul Kecamatan Jaya seluas 145 hektare dan 221 hektare, kemudian Kecamatan Sampoiniet 130 hektare.
Adapun rincian lainnya meliputi Kecamatan Pasie Raya seluas 48,7 hektare, serta Kecamatan Setia Bakti dan Panga dengan total 143 hektare. Seluruh titik lokasi sudah mulai dikerjakan secara bertahap.
Pagu anggaran awal untuk percetakan sawah ini sebesar Rp 35 juta per hektare. Jika dikalkulasikan dari total 1.000 hektare, Aceh Jaya menerima suntikan dana Rp 35 miliar untuk pengolahan lahan produktif.
Perencanaan teknis cetak sawah baru ini dipercayakan kepada Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe. Sementara itu, tim dari Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh bertugas menyusun dokumen lingkungan agar proyek memenuhi standar kelayakan.
“Sedangkan pelaksanaan seluruhnya oleh Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas 1 Medan, mulai dari kontrak hingga tender. Aceh Jaya sendiri sebagai penerima manfaat saja,” ujar Dailami, Sabtu (08/08/2026).
Dailami menambahkan, daerah yang memiliki sumber air, pematang, dan saluran drainase diharapkan mendapat desain perencanaan lebih baik dibanding program sebelumnya. Hal ini menjadi perhatian utama agar produktivitas sawah baru bisa maksimal.
Seluruh rangkaian pekerjaan, mulai dari usulan awal, pengolahan lahan, hingga petani siap tanam, ditangani langsung oleh pihak pelaksana. Pemerintah kabupaten hanya memastikan kelancaran administrasi dan pendampingan petani di lapangan.
Program cetak sawah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas areal tanam padi di Aceh. Dengan tambahan lahan 1.000 hektare, produksi gabah di Aceh Jaya diharapkan meningkat signifikan pada musim tanam berikutnya.