ACEH — Bermain di hadapan pendukung sendiri, Bali United justru tampil di bawah tekanan sejak lima menit awal. Agresivitas Sabah FC membuat lini pertahanan tuan rumah kerap melakukan kesalahan umpan dan antisipasi bola, yang berujung pada dua gol di babak pertama.
Sabah FC membuka keunggulan pada menit ke-18. Park Jung Bin memanfaatkan bola liar hasil kegagalan pemain Bali United membuang bola, lalu melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dihentikan kiper Mike Hauptmeijer. Lima menit kemudian, tim tuan rumah sempat menyamakan kedudukan lewat gol Rahmat Arjuna yang memaksimalkan umpan matang Queven Inacio.
Namun jelang turun minum, Gonzalo Di Renzo kembali memecah kebuntuan untuk Sabah FC. Umpan silang akurat dari Ingham disambut sepakan terukur Di Renzo yang kembali memperdaya Hauptmeijer. Skor 2-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, intensitas serangan Bali United meningkat. Remco Balk mendapat peluang, namun belum mampu mengubah papan skor. Pelatih melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menambah daya gedor, tetapi berbagai upaya tersebut gagal menghasilkan gol tambahan.
Kegagalan lini belakang dalam mengantisipasi serangan lawan menjadi catatan utama. Hal yang sama juga terjadi pada laga uji coba sebelumnya, yang membuat pelatih perlu segera merombak koordinasi pertahanan sebelum kompetisi resmi bergulir.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Sabah FC dalam persaingan merebut gelar Dewata Challenge Series. Dengan format round robin single leg yang hanya diikuti tiga tim, setiap pertandingan memiliki nilai krusial dalam menentukan juara.
Bagi Bali United, hasil ini menjadi bahan evaluasi serius. Dengan jadwal padat menuju musim 2026/2027, konsistensi lini belakang menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibereskan agar hasil serupa tak terulang di ajang resmi.