ACEH — Penguatan harga emas terjadi di tengah meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Pelemahan dolar AS membuat emas menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain, sehingga meningkatkan daya tarik logam mulia ini sebagai aset safe haven.
Selain faktor moneter, pelaku pasar juga masih mencermati eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi mendorong permintaan aset lindung nilai.
Indeks dolar AS terpantau turun menembus level 100, sebuah level psikologis yang selama ini dinanti pasar. Pelemahan ini menjadi katalis utama bagi pergerakan emas yang dihitung dalam denominasi dolar.
Ahli strategi komoditas global TD Securities, Bart Melek, menilai pasar emas saat ini mulai memperhitungkan kondisi stagflasi. Sinyal tersebut muncul seiring melemahnya pasar tenaga kerja dan ekspektasi bahwa The Fed akan membiarkan tingkat inflasi bertahan pada level saat ini.
"Faktor besar di sini adalah dolar AS telah melemah ke level 100 yang secara psikologis penting," ujar Melek kepada Reuters.
Pergeseran narasi di pasar komoditas terjadi cukup cepat. Jika sebelumnya investor fokus pada ketahanan ekonomi AS, kini perhatian beralih pada kombinasi pertumbuhan yang melambat dan inflasi yang masih tinggi.
Kondisi ini biasanya menguntungkan emas karena logam mulia kerap dijadikan lindung nilai terhadap inflasi. Di sisi lain, ekspektasi The Fed yang tidak akan agresif menaikkan suku bunga mengurangi tekanan pada harga emas yang sempat tertekan beberapa pekan terakhir.
Ketegangan geopolitik yang belum mereda di Timur Tengah turut memperkuat posisi emas sebagai aset lindung nilai. Aliran dana masuk ke instrumen safe haven meningkat seiring kekhawatiran akan gangguan pasokan energi dan ketidakpastian ekonomi global.
Kombinasi antara pelemahan dolar, perubahan ekspektasi suku bunga, dan risiko geopolitik membuat prospek emas dalam jangka pendek masih cukup solid. Para pelaku pasar akan mencermati data ekonomi AS berikutnya untuk mengonfirmasi arah kebijakan The Fed.
Investasi mengandung risiko.