BIREUEN — Sebelas lulusan SMKN 1 Gandapura, Kabupaten Bireuen, dipastikan lolos seleksi program SMK Go Global 2026. Program dari Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Kemen P2MI) ini membuka peluang bagi lulusan SMK untuk bekerja di luar negeri.
Wakabid Humas SMKN 1 Gandapura Julaidar, SPd MPd mengatakan, dari total 15 lulusan tiga jurusan yang mendaftar, 11 peserta dinyatakan lulus. Empat peserta lainnya yang berasal dari jurusan Kaigo masih menunggu pengumuman.
Mereka yang dinyatakan lolos adalah Rangga, Aditya, Irhamna, Rajul Fikri, Fauzan Azima, Hafidh Athailah, Fahri Ainur Rauf, Rizki Ramadhan, Muhammad Nuji, Ahlul Nuriski, dan Muhammad Zaky Efendy. Seluruhnya merupakan alumni jurusan teknik pengelasan dan teknik kendaraan ringan tahun 2026.
Setelah dinyatakan lulus, para peserta wajib melakukan pendaftaran ulang dan mengikuti pelatihan sebelum proses penempatan kerja. "Peserta yang lulus melakukan pendaftaran ulang dan ikuti pelatihan sebelum proses penempatan," jelas Julaidar, Sabtu (22/8) sore.
Mereka akan mengikuti peningkatan kapasitas calon Pekerja Migran Indonesia Tahun 2026 Batch I selama tiga bulan di UPTD BLKI Aceh Utara. Pelatihan dijadwalkan berlangsung mulai 25 Agustus hingga 9 November 2026.
Pendaftaran program dilakukan secara daring melalui kanal yang disediakan BP3MI beberapa waktu lalu. Setelah dokumen diunggah, peserta menjalani proses verifikasi administrasi. Mereka yang memenuhi persyaratan kemudian mengikuti tes tertulis dan wawancara sebelum masuk tahap pengumuman kelulusan.
Program SMK Go Global menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menyiapkan lulusan SMK agar memiliki kompetensi yang sesuai standar kerja global. Program ini sekaligus memberikan akses penempatan kerja luar negeri secara lebih terarah dan terlindungi.
Julaidar menambahkan, kesempatan mengikuti pelatihan ini dapat menjadi ajang bagi lulusan untuk mengembangkan keterampilan, memperoleh pengalaman internasional, dan memperluas peluang karier di pasar kerja global.