ACEH — Langkah tegas diambil Komdigi terhadap aplikasi Hornet. Platform yang disebutkan memiliki keterkaitan dengan kampanye LGBTIQ+ itu kini sudah tidak bisa diunduh pengguna Indonesia di toko aplikasi resmi.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, mengonfirmasi penghapusan tersebut pada Rabu (26/8). "Saat ini aplikasi Hornet telah dihapus dari App Store dan Play Store," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.
Meski aplikasi utama sudah ditarik, proses pembersihan belum sepenuhnya tuntas. Komdigi kembali menemukan aplikasi serupa yang dipasarkan oleh pengembang yang sama, Queer Networks Inc.
Dua aplikasi tersebut bernama Hornet Live dan Hornet Stories. Keduanya masih bisa diakses publik dan tengah dalam proses pengajuan penghapusan oleh Komdigi.
"Komdigi kembali menemukan aplikasi dengan nama Hornet Live yang tersedia dan saat ini sedang dalam proses pengajuan," tambah Alexander.
Tindakan ini bermula dari aduan masyarakat yang diterima Komdigi. Platform Hornet dinilai membawa muatan kampanye LGBTIQ+ yang tidak sesuai dengan norma dan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.
"Komdigi menerima aduan dari masyarakat mengenai keterkaitan platform Hornet dengan kampanye LGBTIQ+. Hal ini menjadi perhatian karena ada nilai, norma, dan ketentuan hukum yang harus dihormati oleh setiap platform yang beroperasi di Indonesia," kata Alexander dalam keterangan resmi, Sabtu (15/8).
Selain konten, Komdigi juga menyoroti kepatuhan administratif Hornet. Platform tersebut dinilai lalai karena tidak mendaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Indonesia sejak awal beroperasi.
"Dari awal Hornet tidak pernah mendaftarkan diri sebagai PSE di Indonesia. Ini merupakan persoalan kepatuhan yang harus kami tindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tegas Alexander.
Penghapusan ini menjadi catatan bagi platform lain agar mematuhi regulasi lokal, baik dari sisi konten maupun kewajiban pendaftaran PSE. Pengguna di Indonesia juga diimbau untuk waspada terhadap aplikasi sejenis yang mungkin masih beredar dengan nama berbeda.