International Collaboration Programme UTU–USM 2026 ini menjalankan tiga fokus utama secara paralel. Tim tidak hanya meneliti kawasan pesisir, tetapi juga terjun ke unit pembenihan rakyat untuk menyelesaikan persoalan budidaya warga.
Dua riset lapangan berlangsung pada 2 September 2026. Tim Jurusan Ilmu Kelautan FPIK UTU bersama peneliti USM mengamati biodiversitas makroalga dan biota asosiasi di perairan intertidal Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat. Waktu pengamatan sengaja disesuaikan dengan kondisi pasang surut.
Kegiatan ini tidak hanya menjaring data keanekaragaman hayati. Mahasiswa juga mendapat kesempatan praktik langsung melakukan pengamatan biodiversitas laut di habitat aslinya.
Riset lain menyasar ikan gulama. Tim Jurusan Perikanan FPIK UTU bersama pakar School of Biological Sciences USM mengumpulkan sampel di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPI) Ujong Baroeh. Sebelumnya, mereka memantau aktivitas pendaratan ikan untuk menentukan waktu pengambilan sampel yang tepat.
Seluruh sampel dianalisis di Laboratorium FPIK UTU melalui pengukuran morfometri dan pemeriksaan isi perut. Hasilnya diharapkan menjadi dasar pengelolaan sumber daya perikanan berkelanjutan.
Pengabdian masyarakat berjalan di Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Mina Mandiri, Lhok Seumot, Nagan Raya. Tim menyasar pembudidaya ikan nila yang mengeluhkan pertumbuhan ikan belum optimal.
Ketua Program Studi Akuakultur FPIK UTU, Fazril Saputra, S.Kel., M.Si., menyatakan edukasi mencakup kebutuhan nutrisi, manajemen pemberian pakan, dan penggunaan bahan tambahan pakan (feed additive) secara tepat. Materi ini diharapkan mampu memperbaiki pengelolaan pakan para pembudidaya serta mendorong pertumbuhan ikan nila yang lebih baik.
Ketua Jurusan Perikanan FPIK UTU, Dr. Munandar, S.Kel., M.Sc., menegaskan kolaborasi ini tidak sekadar mempererat hubungan akademik kedua perguruan tinggi. Data yang dihasilkan, kata dia, dapat mendukung pengelolaan sumber daya perikanan berkelanjutan dan menjadi pijakan penelitian lanjutan.
"Hasil analisis ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan penelitian lanjutan dan akan kami dorong untuk dipublikasikan bersama dalam jurnal internasional bereputasi," ujarnya.
Dekan FPIK UTU, Prof. Dr. Ir. Ismail Sulaiman, S.TP., M.Sc., IPU., ASEAN Eng., menyebut kegiatan ini sebagai implementasi Tridharma Perguruan Tinggi di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat.
"Kegiatan kolaboratif ini diharapkan tidak hanya menghasilkan data dan publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kelestarian sumber daya pesisir dan menjawab berbagai tantangan yang dihadapi pembudidaya," jelasnya.
Rektor UTU, Prof. Dr. Nyak Amir, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kolaborasi ini karena dinilai memperkuat kualitas riset dan kontribusi UTU di tingkat internasional. Lewat program ini, FPIK UTU dan USM diharapkan terus memperluas kerja sama dalam transfer pengetahuan dan inovasi bagi pengelolaan sumber daya pesisir dan perikanan.