NFL Tunda Negosiasi Hak Siar, Awasi Skydance dan Netflix

Penulis: Ricki Manurung  •  Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:03:01 WIB
NFL menunda negosiasi ulang hak siar seiring konsolidasi media yang melibatkan Skydance, Netflix, dan Fox.

ACEH — NFL menahan diri dari negosiasi ulang hak siar menyusul gelombang konsolidasi media yang melibatkan Skydance, Netflix, dan Fox. Wakil Presiden Eksekutif NFL Hans Schroeder menyebut tiga mitra penyiarnya tengah menjalani transaksi struktural besar. Liga disebut mulai mempertimbangkan ulang cara mengemas pertandingan untuk masa depan.

Langkah NFL menunda pembicaraan hak siar bukan tanpa alasan. Tiga mitra penyiarnya — Fox, CBS, dan NBC — sedang menjalani perubahan struktural yang membuat masa depan bisnis mereka belum jelas.

Schroeder mengakui liga ingin melihat lebih dulu bagaimana para mitra itu menata ulang bisnisnya. Menurut dia, posisi pengamat justru memberi NFL gambaran lebih baik soal arah industri.

Tiga Mitra Penyiaran di Tengah Transaksi Besar

Fox disebut semakin dekat dengan kesepakatan membeli Roku. Perusahaan induk CBS, Paramount, baru saja melewati proses merger dengan Skydance. Sementara NBCUniversal bersiap menjalani pemisahan unit bisnis.

Netflix juga melakukan pemutusan hubungan kerja dalam skala besar, menambah panjang daftar gejolak di industri media Amerika Serikat. Schroeder menyebut lanskap media saat ini berubah lebih cepat dari periode mana pun sebelumnya.

CEO Fox Lachlan Murdoch pada Agustus menyatakan perusahaannya akan melakukan negosiasi awal dengan NFL. Ia berencana kembali membahasnya dalam beberapa tahun ke depan saat kontrak yang ada mendekati akhir. Pendiri RedBird Gerry Cardinale, yang terlibat dalam Skydance, menyampaikan hal serupa awal bulan ini.

Peluang Memperluas Kemitraan dengan Platform Streaming

YouTube dan Netflix sudah menandatangani kesepakatan sejumlah pertandingan dalam beberapa tahun terakhir. NFL melihat peluang menarik keduanya lebih jauh, terutama untuk laga internasional yang menjangkau audiens global.

Konsep pertandingan sebagai acara besar atau eventized games disebut menjadi daya tarik utama bagi platform streaming. Schroeder mencontohkan laga Atlanta Falcons melawan New Orleans Saints di Superdome pada pekan keempat sebagai momen yang berhasil dikemas secara istimewa.

"Ada momentum yang menguat soal bagaimana kami bisa membuat sebagian jadwal dan kalender kami lebih berbobot sebagai acara," kata Schroeder.

Ia menambahkan, platform seperti YouTube dan Netflix memiliki basis penggemar global di luar penggemar NFL yang bisa dijangkau liga. Menurut Schroeder, kerja sama itu baru permulaan dan masih banyak peluang lain yang bisa dikembangkan.

Super Bowl LXI Jadi Sorotan Terdekat

Agenda media terdekat NFL adalah Super Bowl LXI yang akan disiarkan Disney tahun depan. Ini menjadi Super Bowl pertama ESPN sekaligus penampilan ABC pertama setelah sekitar 20 tahun.

Disney menyiapkan empat produksi alternatif untuk pertandingan itu, termasuk Manningcast khusus, siaran alternatif yang dipandu Pat McAfee, dan versi animasi bertema Star Wars. Siaran berbahasa Spanyol melengkapi lima kanal tayangan yang disiapkan.

"Ini akan menjadi Super Bowl yang berbeda dari sebelumnya," ujar Schroeder.

Pemenang pertandingan dijadwalkan langsung menuju Anaheim pada Senin untuk merayakan di Disneyland. Integrasi acara akan terlihat sepanjang pekan, mulai dari promosi di seluruh platform Disney hingga liputan di Los Angeles.

Bagi pasar hiburan Indonesia, manuver NFL ini menjadi cermin bagaimana liga olahraga Amerika mengunci nilai hak siar di tengah pergeseran penonton dari televisi ke streaming. Keputusan NFL soal pengemasan pertandingan akan memengaruhi harga dan akses tayangan bagi platform digital yang beroperasi di Asia, termasuk layanan yang aktif di Indonesia.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: hollywoodreporter.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top