BIREUEN — Delapan kabupaten di Aceh mengirimkan santri terbaiknya untuk berlomba di Gema Muharram 1448 H. Ajang yang berlangsung selama sepuluh hari di Dayah DTB Arongan itu mempertandingkan pidato, Dalail Khairat, cerdas cermat tingkat Aliyah dan Tsanawiyah, serta Fahmil Kutub dengan materi kitab Bajuri, I’anah, dan Al-Mahalli.
Kafilah Aceh Tengah dan Bener Meriah tampil gemilang di semua kategori. Mereka mengungguli peserta dari enam kabupaten lain yang turut berpartisipasi. Ketua Kafilah Aceh Tengah dan Bener Meriah, Rajuli Bahtera, menyebut kemenangan ini lahir dari kerja keras dan doa seluruh anggota kafilah.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah dapat hadir memberikan semangat dan apresiasi kepada para santri yang telah mengharumkan nama daerah. Kehadiran pemerintah, walaupun sederhana, akan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi mereka yang sedang menuntut ilmu di luar daerah,” ujar Rajuli Bahtera, Kamis (25/6/2026).
Catatan Sejarah 54 Tahun: Tiga Kali Juara, Pernah Kalah Undian
Secara historis, capaian ini memiliki bobot tersendiri. Sejak 1972, Aceh Tengah dan Bener Meriah tercatat baru tiga kali meraih juara umum. Pada salah satu kesempatan, gelar itu gagal diraih setelah kalah dalam penentuan melalui undian. Karena itu, keberhasilan tahun ini menjadi catatan bersejarah yang lahir dari kesungguhan seluruh anggota kafilah.
Suasana haru dan bangga terlihat dari para peserta, pendamping, serta masyarakat yang hadir menyaksikan hasil perlombaan. Bagi para santri yang menuntut ilmu jauh dari kampung halaman, kemenangan ini bukan sekadar piala dan sertifikat. Ini bukti bahwa ketekunan dalam belajar mampu mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi.
Harapan ke Depan: Prestasi Jadi Motivasi, Bukan Alasan Berpuas Diri
Meski berhasil menjadi yang terbaik, para santri diingatkan untuk tetap rendah hati dan menjunjung tinggi akhlakul karimah. Rajuli menekankan bahwa mempertahankan prestasi sering kali lebih berat daripada meraihnya. Ia berharap dukungan pemerintah daerah menjadi motivasi besar agar santri terus berprestasi.
Prestasi yang diraih di Dayah DTB Arongan ini menjadi bukti bahwa santri Aceh Tengah dan Bener Meriah mampu bersaing di tingkat provinsi. Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi peserta dan keluarga, tetapi juga bagi seluruh masyarakat serta pemerintah daerah. Diharapkan capaian ini menjadi awal lahirnya lebih banyak generasi santri yang berilmu, berakhlak mulia, dan mampu mengharumkan nama daerah di masa mendatang.