BANDA ACEH — Harga seporsi nasi dengan lauk ikan di sejumlah warung kopi (warkop) di Banda Aceh kini naik dari Rp15.000 menjadi Rp18.000. Kenaikan juga terjadi pada menu nasi dengan lauk ayam yang semula Rp18.000 menjadi Rp22.000 per porsi, serta nasi dengan lauk telur yang naik dari Rp15.000 menjadi Rp17.000.
Penyesuaian harga ini dipicu oleh pelemahan kurs rupiah yang saat ini telah mencapai Rp18.000 per dolar AS. Kondisi itu mendorong kenaikan harga kebutuhan pokok yang menjadi bahan baku utama masakan di warung-warung kopi.
Pedagang: Bukan untuk Untung Besar, Tapi Biar Usaha Tetap Jalan
Amri, pedagang di Warung Kopi samping RSUD dr. Zainoel Abidin (ZA), mengatakan kenaikan harga menu tidak bisa dihindari. Menurutnya, hampir semua bahan pokok yang digunakan untuk memasak kini sudah naik.
"Semua bahan pokok sekarang sudah naik. Beras, minyak goreng, bumbu, hingga beberapa bahan lainnya juga mengalami kenaikan. Karena itu kami terpaksa menyesuaikan harga makanan," kata Amri kepada Dialeksis.com, Rabu, 8 Juli 2026.
Amri menegaskan bahwa langkah ini bukan untuk memperbesar keuntungan, melainkan agar usahanya tetap bisa bertahan di tengah meningkatnya biaya operasional. "Kalau harga bahan terus naik sementara harga jual tetap, kami juga sulit bertahan," ujarnya.
Daya Beli Pelanggan Mulai Terpangkas
Kenaikan harga ini mulai berdampak pada perilaku pelanggan. Amri menuturkan, sebagian pembeli tetap datang seperti biasa, namun banyak juga yang mulai mengurangi frekuensi makan di luar atau beralih ke menu yang lebih murah.
Salah seorang pembeli, Zahran, berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Ia mengingatkan bahwa kondisi ekonomi masyarakat saat ini masih sulit.
"Pemerintah perlu melakukan intervensi agar harga tidak naik semena-mena. Kondisi ekonomi masyarakat saat ini masih sulit, sehingga kenaikan harga makanan tentu semakin memberatkan," kata Zahran.
Pengawasan Distribusi Bahan Pokok Diperlukan
Zahran juga meminta agar pengawasan terhadap distribusi dan harga bahan pokok diperketat. Menurutnya, pelaku usaha kecil seperti pedagang warkop tidak boleh terus-terusan menanggung beban lonjakan harga yang terjadi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Banda Aceh atau Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat terkait langkah antisipasi kenaikan harga di warung kopi dan rumah makan kecil di ibu kota Provinsi Aceh tersebut.