BANDA ACEH — Di sela-sela pelantikan pengurus DPD I Partai Golkar Aceh periode 2025-2030 di Hotel Hermes Palace, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa aspirasi warga Aceh untuk mendapatkan manfaat langsung dari Blok Andaman telah masuk dalam pembahasan pemerintah pusat. Ia menekankan bahwa sumber daya alam daerah tidak boleh hanya menjadi komoditas yang mengalir keluar tanpa memberi nilai tambah bagi masyarakat setempat.
Gas Andaman Tidak Hanya untuk PLTN, tapi Juga untuk Pabrik
Bahlil menjelaskan, pemerintah saat ini tengah merancang skema terbaik. Sebagian produksi gas memang dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional melalui PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Namun, opsi lain yang tengah dikaji adalah mengalokasikan gas tersebut sebagai bahan baku industri di Aceh.
"Ada aspirasi agar gas Andaman dimanfaatkan untuk membangun industri di Aceh. Itu sedang kami bahas. Yang pasti, kita ingin sumber daya alam memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Aceh," ujar Bahlil dalam sambutannya di hadapan ratusan kader dan pejabat daerah.
Menurutnya, pembangunan industri berbasis gas dinilai mampu memberikan dampak ekonomi berlipat. Kehadiran pabrik tidak hanya meningkatkan investasi, tetapi juga menciptakan efek berganda melalui lapangan kerja baru bagi warga lokal.