BANDA ACEH — Fenomena antrean kendaraan yang mengular di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di sejumlah kabupaten/kota di Aceh kian mengkhawatirkan. Selain memicu kemacetan parah, kondisi ini dinilai telah mengganggu aktivitas ekonomi warga, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang lokasi usahanya tertutup oleh antrean kendaraan.
Prioritas untuk Angkutan Umum: Solusi Memutus Antrean?
Menurut Ardiansyah, langkah paling realistis yang bisa segera diterapkan adalah memberikan prioritas penuh bagi angkutan umum saat mengisi BBM subsidi di setiap SPBU. Ia menilai kebijakan ini dapat memangkas durasi antrean yang kerap berlangsung dari malam hingga siang hari.
“Pertamina dan pengelola SPBU harusnya lebih memprioritaskan angkutan umum dalam pengisian BBM subsidi di setiap SPBU. Jika angkutan umum diprioritaskan, kita bisa memangkas durasi antrean panjang kendaraan yang selama ini kerap terjadi di berbagai daerah di Aceh termasuk di Nagan Raya,” ujar Ardiansyah, Senin (13/07/2026).
Dampak Sosial dan Ekonomi yang Mengkhawatirkan
Ardiansyah memaparkan sejumlah dampak negatif dari antrean yang tidak tertib ini. Antrean kendaraan yang memakan bahu jalan tidak hanya menghambat akses mobilitas publik, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Penumpukan kendaraan di sekitar area SPBU menjadi ancaman serius bagi pengguna jalan lain.
“Para pelaku UMKM yang membuka usaha di sekitar SPBU menjadi pihak yang paling dirugikan. Tempat usaha mereka tertutup oleh antrean kendaraan yang mengular berjam-jam,” tegasnya.
Desakan Penertiban Truk dan Kendaraan Besar
Selain meminta prioritas bagi angkutan umum, pengamat kebijakan publik itu juga mendesak instansi terkait untuk segera menertibkan antrean truk dan kendaraan angkutan barang bermuatan besar. Kendaraan-kendaraan ini kerap mendominasi jalur antrean di SPBU, memperparah penumpukan yang sudah ada.
“Perlu ada regulasi atau manajemen pengaturan jalur yang tegas di lapangan agar tidak terjadi penumpukan yang merugikan kepentingan umum,” tegas Ardiansyah.
Apa Langkah Selanjutnya?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pertamina terkait desakan prioritas pengisian BBM subsidi untuk angkutan umum di Aceh. Masyarakat berharap kelangkaan dan antrean BBM subsidi yang terus berulang ini segera mendapat solusi konkret dari pemerintah dan pihak terkait.