SIMEULUE — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simeulue, Aceh, resmi mengusulkan pembangunan sekolah nasional terintegrasi ke pemerintah pusat. Usulan ini digadang-gadang menjadi solusi untuk meningkatkan mutu pendidikan di wilayah kepulauan yang memiliki sepuluh kecamatan tersebut.
Lahan 20 Hektare di Teupah Selatan Sudah Dihibahkan Warga
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simeulue, Sahirman, mengungkapkan bahwa rencana pembangunan sekolah ini sudah memasuki tahap administrasi. Pihaknya tengah merampungkan sejumlah dokumen usulan yang akan diajukan ke pemerintah pusat.
"Ada masyarakat menghibahkan tanahnya kepada pemerintah daerah untuk pembangunan sekolah nasional terintegrasi di Kecamatan Teupah Selatan. Saat ini, prosesnya sedang dalam tahapan pengurusan administrasi," kata Sahirman di Simeulue, Selasa.
Lahan yang disiapkan untuk kompleks sekolah tersebut memiliki luas total 20 hektare. Lokasi ini dinilai strategis dan cukup representatif untuk menampung seluruh fasilitas pendidikan dan asrama.
Fokus pada Siswa Berprestasi dari Seluruh Kecamatan
Berbeda dengan sekolah reguler, sekolah nasional terintegrasi ini dirancang khusus untuk mendidik dan membina peserta didik berprestasi. Sahirman menjelaskan, siswa-siswa unggul dari sepuluh kecamatan di Kabupaten Simeulue akan diseleksi untuk menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
"Sekolah terintegrasi ini menjadi satuan pendidikan bagi anak-anak dengan prestasi unggul dari setiap satuan pendidikan di seluruh Kabupaten Simeulue," ujar Sahirman.
Konsep pendidikannya pun tidak biasa. Seluruh peserta didik akan tinggal di asrama dan mendapatkan pola pembinaan khusus yang terpusat. Dengan sistem ini, pembinaan karakter dan akademik bisa berjalan secara intensif dan berkelanjutan.
Menyatukan SD, SMP, dan SMA dalam Satu Kompleks
Salah satu keunikan dari usulan ini adalah penggabungan tiga jenjang pendidikan dalam satu lokasi. Mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA) akan berdiri di kompleks yang sama.
Model pendidikan terintegrasi ini diyakini mampu menciptakan ekosistem belajar yang lebih kondusif. Siswa tidak perlu berpindah-pindah lokasi sekolah saat naik jenjang, dan pembinaan prestasi bisa dilakukan secara berkesinambungan sejak usia dini.
Menunggu Realisasi dari Pemerintah Pusat
Sahirman menegaskan bahwa usulan ini sudah sesuai dengan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto di bidang pendidikan. Pihaknya berharap pemerintah pusat dapat merespons positif usulan tersebut agar pembangunan bisa segera direalisasikan.
"Kami mengusulkan pembangunan sekolah nasional terintegrasi guna meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat di kabupaten kepulauan ini," katanya.
Dengan adanya sekolah ini, Pemkab Simeulue optimistis angka partisipasi sekolah dan kualitas lulusan di daerah kepulauan paling barat Indonesia tersebut akan meningkat secara signifikan. Saat ini, Dinas Pendidikan setempat masih menunggu proses verifikasi dan persetujuan dari kementerian terkait.