Pencarian

Transaksi QRIS di Aceh Tembus Rp 2,7 Triliun, Volume Melonjak 348 Persen hingga Mei 2026

Kamis, 16 Juli 2026 • 16:01:01 WIB
Transaksi QRIS di Aceh Tembus Rp 2,7 Triliun, Volume Melonjak 348 Persen hingga Mei 2026
Volume transaksi QRIS di Aceh mencapai 33,5 juta kali dengan nilai Rp 2,7 triliun hingga Mei 2026.

BANDA ACEH — Volume transaksi QRIS di Aceh ikut meroket. Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh, Agus Chusaini, menyebutkan jumlah transaksi mencapai 33,5 juta kali sepanjang Januari hingga Mei 2026, atau naik 348 persen secara tahunan.

“Hal ini menunjukkan bahwa QRIS yang memang ditujukan untuk transaksi retail atau kecil, semakin banyak digunakan oleh masyarakat untuk berbelanja,” kata Agus, Rabu (15/7/2026).

Kebijakan MDR Nol Persen Dorong Adopsi Digital

Pertumbuhan transaksi tidak lepas dari kebijakan pembebasan Merchant Discount Rate (MDR) bagi Usaha Mikro (UMi) untuk transaksi hingga Rp 500 ribu per transaksi. Kebijakan itu mulai berlaku sejak 2025 dan dinilai mendorong pelaku usaha serta masyarakat beralih ke pembayaran digital.

Jumlah pengguna QRIS di Aceh hingga Mei 2026 tercatat 784.942 orang, meningkat 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, jumlah merchant yang telah mengadopsi QRIS mencapai 301.998 unit, tumbuh 45 persen secara tahunan.

Warung Kopi hingga Usaha Syariah Jadi Sasaran

Agus menjelaskan, pertumbuhan merchant merupakan hasil strategi on-boarding yang dilakukan BI bersama Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) dan perbankan. Sasaran strategis mencakup berbagai sektor usaha, mulai dari warung kopi, kafe, restoran, pertokoan, pedagang eceran, hingga pelaku usaha syariah.

“Strategi on-boarding ini menjangkau berbagai komunitas dan sektor usaha,” ujarnya.

Edukasi dan Program Khusus Perluas Ekosistem

BI Aceh menggelar sejumlah program untuk memperluas penggunaan QRIS. Di antaranya QRIS Merchant Challenge bagi pelaku usaha kafe dan restoran, edukasi transaksi nontunai pada Gerakan Pangan Murah (GPM) di Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, dan Aceh Jaya, serta kolaborasi Car Free Day di Meulaboh.

Program QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 juga digulirkan untuk mendorong digitalisasi merchant kuliner lokal. Edukasi perlindungan konsumen melalui program Peduli, Kenali, Adukan (PeKA) diberikan kepada pelajar dan berbagai komunitas.

Agus menegaskan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, PJP bank dan nonbank, serta mitra strategis lainnya. “Bank Indonesia senantiasa berkomitmen untuk mendorong akselerasi ekonomi digital yang inklusif dan merata di seluruh pelosok Tanah Air, termasuk di Provinsi Aceh,” tutupnya.

Follow redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sinarpost.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks