BIREUEN — OJK Provinsi Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Bireuen menyalurkan 1.150 rekening tabungan pelajar dan 1.000 polis asuransi kecelakaan diri. Kegiatan ini menjadi rangkaian peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) sekaligus Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026.
Ribuan pelajar yang menerima manfaat berasal dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Bireuen, SMA Negeri 1 Juli, dan Pesantren Modern Al Zahrah Bireuen. Mereka juga mendapat materi edukasi seputar tugas OJK, perencanaan keuangan, hingga kewaspadaan terhadap penipuan digital.
Perluas Akses Pelajar ke Layanan Keuangan Formal
Kepala OJK Provinsi Aceh Daddi Peryoga menegaskan penyerahan rekening dan polis ini bertujuan memperluas akses pelajar terhadap produk jasa keuangan legal. Ia menekankan pelajar tidak hanya perlu paham pentingnya menabung, tetapi juga mengenal produk yang sesuai kebutuhan serta memahami perlindungan risiko.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa pelajar tidak hanya memahami pentingnya menabung, tetapi juga mengenal produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan serta memahami pentingnya pelindungan terhadap berbagai risiko,” ujar Daddi.
OJK berkomitmen mendorong perluasan akses keuangan formal lewat kolaborasi dengan pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan industri jasa keuangan. Daddi menambahkan, kehadiran OJK di tengah masyarakat harus memberikan manfaat nyata, bukan sekadar seremonial.
Edukasi Berkelanjutan untuk Cegah Kejahatan Digital
Peningkatan literasi keuangan, menurut Daddi, membutuhkan sinergi berkelanjutan antar regulator, pemda, sekolah, dan industri. Ekosistem keuangan yang inklusif dan sehat hanya bisa terbangun jika semua pihak bergerak bersama, tidak berhenti pada satu agenda.
“Kami tidak ingin edukasi ini berhenti pada kegiatan hari ini. OJK akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan industri jasa keuangan agar literasi dan inklusi keuangan dapat tumbuh menjadi gerakan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh,” katanya.
Para pelajar yang hadir juga dibekali materi tentang modus-modus kejahatan keuangan digital. Langkah ini diambil mengingat tingginya risiko penipuan daring yang menyasar kelompok muda.
Bupati Bireuen: Investasi untuk Generasi Mandiri
Bupati Bireuen Ir. H. Mukhlis mengapresiasi kolaborasi yang melibatkan OJK, perbankan, dan industri jasa keuangan di daerahnya. Ia menilai edukasi serta akses keuangan bagi pelajar merupakan investasi penting dalam membentuk generasi yang mandiri secara finansial.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada OJK Provinsi Aceh, jajaran perbankan, dan industri jasa keuangan atas kolaborasi yang telah terbangun. Edukasi dan akses keuangan bagi pelajar merupakan investasi penting untuk membentuk generasi yang lebih mandiri dan mampu mengelola keuangan secara bijak,” ujar Mukhlis.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan bagi program serupa di kabupaten lain di Aceh. OJK memastikan pendampingan dan pengawasan terhadap penggunaan produk keuangan pelajar akan terus berlanjut.