ACEH — Final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Argentina dan Spanyol di Amerika Serikat, Minggu (19/7) waktu setempat, menyajikan tensi tinggi sejak menit awal. Namun, perhatian publik justru tertuju pada keputusan wasit yang dinilai berat sebelah. Mantan striker Arsenal, Ian Wright, yang menjadi pengamat untuk ITV, dengan tegas menyebut Argentina selalu menjadi pihak yang diuntungkan.
Wright: "Selalu Argentina"
"Selalu dengan Argentina," ujar Wright saat ditanya apakah wasit terlalu longgar terhadap tim Lionel Messi dkk. Pernyataan itu sontak disambut hening dan tawa di ruang studio, sebelum Wright mengulangi kata 'selalu' untuk menekankan maksudnya.
Rekan satu studionya, Gary Neville, langsung menimpali dengan menyebut Alexis Mac Allister seharusnya mendapat kartu kuning. Roy Keane pun mengangguk setuju. Neville kemudian menyimpulkan, "Kelonggaran yang ekstrem, menurut saya."
Babak Pertama Penuh Pelanggaran, Hanya Satu Kartu
Argentina tercatat melakukan sembilan pelanggaran di babak pertama, namun hanya kebobolan satu kartu kuning. Situasi ini kontras dengan agresivitas permainan kedua tim yang sama-sama menerapkan pressing ketat dan marking satu lawan satu sejak peluit dibunyikan.
Padahal, duel sengit sudah terjadi sejak lima menit pertama. Lamine Yamal dua kali mengancam gawang Argentina, gagal dalam duel satu lawan satu dan kemudian gagal mengoper ke rekan yang bebas. Di sisi lain, Lionel Messi juga sempat berlari ke ruang kosong sebelum dihadang kiper Unai Simon.
Drama Sebelum Laga dan Perpisahan Messi
Pertandingan diawali dengan pertunjukan pra-pertandingan khas Amerika yang megah, termasuk pidato dari bintang Hollywood Tom Cruise. Namun, euforia itu tak mengurangi keseriusan para pemain di lapangan. Laga ini juga menjadi panggung pamungkas Lionel Messi di Piala Dunia, yang disebut-sebut sebagai "busur perpisahan" sang megabintang.
Hingga turun minum, skor masih 0-0. Namun, kontroversi keputusan wasit diperkirakan akan terus menjadi sorotan, terutama jika Argentina akhirnya keluar sebagai juara. Pertandingan babak kedua diprediksi berjalan semakin panas. (dkr)