Pencarian

Anak Pamer Kekayaan dan BBM Viral, Asisten I Setda Gayo Lues dr H Nevirizal Ajukan Pengunduran Diri

Kamis, 23 Juli 2026 • 15:07:40 WIB
Anak Pamer Kekayaan dan BBM Viral, Asisten I Setda Gayo Lues dr H Nevirizal Ajukan Pengunduran Diri
Asisten I Setda Gayo Lues, dr H Nevirizal, mengajukan pengunduran diri menyusul viralnya unggahan anaknya yang memamerkan kekayaan dan BBM.

BLANGKEJEREN — Pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gayo Lues, Provinsi Aceh, mengambil langkah ekstrem di tengah hiruk-pikuk media sosial. dr H Nevirizal, yang menjabat sebagai Asisten I, memutuskan mundur dari jabatannya terhitung sejak Kamis (23/7). Keputusan ini disampaikan langsung melalui surat pengunduran diri yang diterima Kantor Berita ANTARA di Meulaboh, Aceh Barat.

Apa Isi Surat Pengunduran Diri Sang Pejabat?

Dalam surat resminya, Nevirizal menegaskan bahwa keputusan ini lahir dari kesadaran dan tanggung jawab penuh. Ia menyebut perhatian publik yang muncul akibat perilaku anggota keluarganya telah memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi tempatnya mengabdi.

"Keputusan ini saya ambil dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab akibat munculnya perhatian publik terkait perilaku anggota keluarga saya yang menimbulkan polemik dan telah memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi tempat saya mengabdi," tulis Nevirizal dalam keterangannya.

Surat tersebut telah diserahkan langsung kepada Wakil Bupati Gayo Lues, H Maliki, di Blangkejeran. Penyerahan dilakukan kepada wakil bupati lantaran bupati setempat sedang menjalankan dinas ke luar daerah.

Mengapa Anak Pejabat Ini Minta Maaf?

Dea Arranoya, anak kandung Nevirizal, secara resmi menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik. Permintaan maaf ini tertuang dalam surat terbuka tertanggal 22 Juli 2026 yang ditandatangani di atas meterai di Banda Aceh.

Dalam suratnya, Dea mengakui kesalahan terkait unggahan flexing atau pamer gaya hidup yang dinilai tidak bijak. Salah satu konten yang memicu sorotan adalah unggahan pada 9 Desember 2025 lalu yang menampilkan deretan jerigen berisi Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Saya mengaku salah dan sama sekali tidak mencari pembenaran atas tindakan yang telah saya lakukan. Unggahan-unggahan tersebut adalah murni kelalaian, ketidakdewasaan, dan kurang bijaksananya saya dalam memanfaatkan media sosial," tulis Dea.

Ia menyadari bahwa perbuatannya tidak memberikan dampak positif dan hanya menciptakan kegaduhan di ruang publik. Sebagai bentuk pertanggungjawaban, seluruh konten terkait telah dihapus dari semua akun media sosial miliknya.

Bagaimana Dampaknya Terhadap Institusi Pemerintah?

Nevirizal menyadari bahwa meskipun permasalahan yang timbul bersifat pribadi, dirinya memikul tanggung jawab etika sebagai pejabat publik. Ia berharap pengunduran dirinya dapat memberikan ruang bagi proses evaluasi dan perbaikan di lingkungan pemerintahan daerah.

"Demi menjaga nama baik institusi serta memberikan kesempatan agar proses evaluasi dan perbaikan dapat berjalan dengan baik, saya memilih mengundurkan diri dari jabatan yang saya emban saat ini," lanjutnya dalam surat tersebut.

Melalui surat tertulis, Nevirizal juga menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada pimpinan, rekan kerja, dan seluruh lapisan masyarakat Gayo Lues atas kegaduhan yang terjadi. Ia pun mengapresiasi dukungan dan kepercayaan yang selama ini diberikan kepadanya selama menjalankan amanah jabatan.

Bagikan
Sumber: aceh.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks